Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Berpotensi Memecah Belah, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda, Denny Siregar dan Nikita
Politik
21 jam yang lalu
Berpotensi Memecah Belah, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda, Denny Siregar dan Nikita
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
14 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
13 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
4
Melalui Duta Besar Italia, Bamsoet Ajak Investor dari 'Negeri Pizza' Bangun Sirkuit Formula 1 di Bali
Politik
21 jam yang lalu
Melalui Duta Besar Italia, Bamsoet Ajak Investor dari Negeri Pizza Bangun Sirkuit Formula 1 di Bali
5
Hari Ini, Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KY
Politik
21 jam yang lalu
Hari Ini, Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KY
6
Fadel Muhammad Ajak Pilih Pemimpin yang Pro Terhadap Petani
Politik
21 jam yang lalu
Fadel Muhammad Ajak Pilih Pemimpin yang Pro Terhadap Petani
Home  /  Berita  /  Pendidikan

PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan

PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan
Wakil Ketua Komisi bidang Pendidikan Nasional Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI/Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi dalam sebuah kesempatan. (foto: istimewa)
Senin, 26 Oktober 2020 17:07 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menilai bahwa pendidikan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring) masih belum efektif dan harus dikuatkan.

"Apakah pendidikan daring efektif atau tidak? Jawabannya, harus jujur memang tidak efektif. Karena apapun ketika melakukan sesuatu yang sifatnya darurat tentu pasti ada ketidakefektifan," kata Dede saat dihubungi, Senin (26/10/2020).

Oleh karenanya, lanjut Dede, kita memiliki konsep bahwa untuk satu tahun ke depan maka fungsi daring harus lebih dikuatkan.

"Salah satunya adalah dengan penguatan signal untuk beberapa daerah dan wilayah. Kedua adalah penguatan dukungan pulsa dan kuota," ucapnya.

Selain itu katanya, sudah harus dilakukan pembelajaran melalui media televisi dan radio. Juga membuat aplikasi-aplikasi yang gampang dan mudah untuk dikerjasamakan dengan murid-murid.

"Yang berikutnya adalah bagaimana pembelajaran tidak terlalu terbebani, kan banyak kita menerima masukan-masukan murid yang stres karena pembelajaran daring," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Pendidikan
wwwwww