Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
8 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
15 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
3
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
7 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
4
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
11 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
5
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
8 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
6
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Umum
14 jam yang lalu
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang

Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat menanam porang di Kompleks Pondok Pesantren Al - Urwatul Wutsqo, Bulurejo, Diwek, Jombang, Sabtu (28/11/2020).
Minggu, 29 November 2020 09:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JOMBANG - Potensi pertanian porang memiliki prospek yang cukup bagus, terutama untuk pasar ekspor. Saat ini, budidaya porang berkembang dengan cukup bagus.

Wakil Ketua MPR jazilul Fawaid mengatakan, selama ini masyarakat lebih banyak membudidayakan pertanian seperti jagung ataupun kadang. Saat ini, porang memiliki nilai jual yang sangat bagus, terutama untuk kebutuhan ekspor.

"Hari ini kita mulai menanam, dan ini dibina langsung oleh pesantren. Porang ini sesuatu yang baru, dulu belum ada, tapi pangsa pasar luar biasa besar di ekspor. Kalau hari ini kita baru menanam, setelah ini bisa memproduksi hasil budidaya porang untuk mengembangkan pemberdayaan masyarakat, khususnya di kalangan pesantren," ujarnya di sela penanaman porang di Kompleks Pondok Pesantren Al - Urwatul Wutsqo, Bulurejo, Diwek, Jombang, Sabtu (28/11/2020).

Gus Jazil yang juga menjadi Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Petani dan Pengusaha Porang Nusantara (Hippora) menambahkan, melalui budidaya porang, diharapkan kalangan santri termasuk para petani bisa lebih mandiri dan sejahtera. "Ini perlu untuk dikawal pasarnya, termasuk pengolahan pascapanen. jadi tidak hanya sekadar tanam saja sehingga petani bisa makmur," tuturnya.

Sementara itu, ketua DPP Hippora Abdul Halim Alhasy mengatakan, sebagai komoditi baru pertanian, budidaya porang perlu untuk terus disosialisasikan ke masyarakat. Sebab, diakuinya masih banyak yang belum paham mengenai manfaat, kegunaan dan nilai jual tanaman porang. "Kami tidak hanya mensosialisasikan, melainkan kami juga menyediakan dan membantu pemasarannya juga," ujarnya.

Pihaknya juga sudah mengkoordinasikan dengan Kementerian Pertanian mengenai tanaman ini. "Alhamdulillah, pada 2021 Kementerian Pertanian sudah merespon tentang tanaman ini," jelasnya.

Dikatakan porang memiliki masa depan yang cukup prospektif karena kebutuhan pasar ekspor yang sangat luas. Tidak hanya biji porang, namun potensi di bidang pembibitan juga sangat luas mengingat permintaan masyarakat yang sangat tinggi.***

wwwwww