Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
'Dear' AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
Nasional
12 jam yang lalu
Dear AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
2
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Olahraga
20 jam yang lalu
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
3
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya 'Perang'
Politik
22 jam yang lalu
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya Perang
4
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
Politik
22 jam yang lalu
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
5
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
Olahraga
18 jam yang lalu
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
6
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Politik
21 jam yang lalu
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Dollar AS Turun Tipis, Bitcoin Naik Terus

Dollar AS Turun Tipis, Bitcoin Naik Terus
Ilustrasi grafik bitcoin/dollar. (gambar: tangkapan layar situs id.tradingview.com)
Jum'at, 12 Februari 2021 12:35 WIB
JAKARTA - Dolar turun tipis terhadap beberapa mata uang utama pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena terbebani oleh data klaim pengangguran AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan, mengikuti angka inflasi hangat dan pesan dovish (kecondongan untuk menunda kenaikan suku bunga, red) dari Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) pada sesi sebelumnya.

Di sektor mata uang kripto, bitcoin mencapai rekor 48.481,45 dolar AS, dan terus bergerak menuju angka 50.000 dolar AS. Bitcoin terakhir naik 6,3 persen pada 47.685 dolar AS, menguat setelah berita bahwa BNY Mellon menjadi perusahaan terbaru yang merangkul mata uang kripto, sebagaimana dikutip dari antaranews.com, Jumat (12/2/2021).

Data Kamis (11/2/2021) menunjukkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran berjumlah 793.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 6 Februari, dibandingkan dengan 812.000 seminggu sebelumnya.

Ads

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ada 757.000 aplikasi untuk periode tersebut.

"Laju perbaikan glasial pasar kerja membenarkan bias dovish Federal Reserve yang dapat membuat dolar rentan terhadap peningkatan kelemahan dalam jangka pendek," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, Washington, dalam lansiran tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Ekonomi, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww