Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
5 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
21 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Sepakbola
24 jam yang lalu
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Home  /  Berita  /  Nasional

Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital

Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
Ilustrasi uang digital. (gambar: ist./shuterstock)
Kamis, 25 Februari 2021 12:10 WIB
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa bank sentral akan menerbitkan uang digital. Demikian dilaporkan cnbcindonesia.

"Kami rumuskan Central Bank Digital Currency yang BI akan terbitkan dan edarkan dengan bank-bank dan fintech secara whole shale dan ritel," ujar Perry Warjiyo seperti dikutip GoNews.co, Kamis (25/2/2021).

Kata Perry, BI akan berkoordinasi dengan bank sentral lainnya untuk mengeluarkan cryptocurrency. Cryptocurrency adalah sebutan untuk uang digital yang dipakai dalam bertransaksi virtual dalam jaringan internet.

Dia juga menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang di Indonesia hanya ada 1 mata uang yakni Rupiah. Seluruh alat pembayaran menggunakan koin, kertas dan digital menggunakan Rupiah dan wewenangnya ada di BI.

Seperti diketahui, pebisnis yang juga Analis Geopolitik dan Geoekonomi, Bossman Wowiek Prasantyo, pernah mendorong agar Indonesia memiliki e-Rupiah. Ia meyakini bahwa e-Rupiah adalah cara jitu untuk menjaga daya tahan rupiah. Konsepnya, secara prinsip Bossman memandang perlunya kolateral dalam bentuk aset, seperti logam tanah air. Dan Ia memulainya dengan dinaran.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww