Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
3 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
23 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
4
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
5
Hari Ini, Puan Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi Sekaligus
Politik
21 jam yang lalu
Hari Ini, Puan Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi Sekaligus
6
Gandeng Kidzania Jakarta, Mitsubishi Konsisten Edukasi Otomotif untuk Anak-anak
Ekonomi
22 jam yang lalu
Gandeng Kidzania Jakarta, Mitsubishi Konsisten Edukasi Otomotif untuk Anak-anak
Home  /  Berita  /  Umum
Jelang Lebaran Idul Fitri 2021

Antisipasi Klaster Idul Fitri 2021, Pemerintah Larang ASN Gelar 'Open House' dan Halal Bihalal

Antisipasi Klaster Idul Fitri 2021, Pemerintah Larang ASN Gelar Open House dan Halal Bihalal
SE (Surat Edaran) Mendagri nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Kegiatan Buka Bersama Bulan Ramadan dan Pelarangan Open House/Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/Tahun 2021. (gambar: tangkapan layar)
Rabu, 05 Mei 2021 02:58 WIB
JAKARTA - Mendagri (Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia), Muhammad Tito meminta gubernur, bupati/walikota untuk melarang ASN (Aparatur Sipil Negara) di daerah masing-masing menggelar Open House dan Halal Bihalal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Larangan itu tertuang dalam poin 1 huruf b SE (Surat Edaran) nomor 800/2794/SJ yang diteken Tito pada Selasa (4/5/2021).

Pembuka SE tersebut menjelaskan, larangan Open House dan Halal Bihalal ASN untuk Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Lebaran Idul Fitri 2021 M ditetapkan setelah mencermati tren peningkatan kasus Covid-19 pada perayaan Idul Fitri tahun lalu, dan peningkatan kasus pasca Libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Selain melarang Open House dan Halal Bihalal ASN untuk Lebaran Idul Fitri 2021, SE tersebut juga meminta gubernur, bupati/walikota untuk membatasi kegiatan bukber (buka puasa bersama) jelang Idul Fitri.

"Buka puasa bersama tidak melebihi jumlah keluarga inti ditambah 5 orang selama bulan Ramadan 1442 H/Tahun 2021." kutipan poin 1 huruf a SE tersebut sebagaimana dibaca GoNEWS.co.

Sebagai pengingat, 'Senayan' juga memberi perhatian khusus pada pencegahan klaster baru Covid-19 jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah/Lebaran Idul Fitri 2021. Selasa yang sama, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Jazilul Fawaid dan Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan, Charles Honoris, menyatakan hal senada mengenai pentingnya mencegah klaster baru di momen terkait Lebaran Idul Fitri 2021 guna menjaga segenap rakyat Indonesia. Kebijakan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021 yang ditetapkan pemerintah pun dinyatakan tepat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Umum
wwwwww