Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
14 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
11 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
3
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
12 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
4
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
DPR RI
24 jam yang lalu
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
5
Bertambah 1.385, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 57.770 Orang
Kesehatan
24 jam yang lalu
Bertambah 1.385, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 57.770 Orang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Rusli Zainal: Penjaraku adalah Surgaku

Rusli Zainal: Penjaraku adalah Surgaku
Rusli Zainal
Kamis, 16 Januari 2014 19:59 WIB

PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (16/1/2014), Rusli Zainal sempat bercerita soal pengalamannya tinggal di penjara. Menurut mantan Gubernur Riau ini, justru selama di penjara ia malah banyak menjalankan ibadah.

''Dalam penjara, ibadah saya semakin lengkap. Saya selalu melaksanakan salat tahajud, salat duha, salat fajar dan salat wajib itu sudah pasti. Bahkan perbuatan yang menimbulkan dosa pun bisa terhindar," kata Rusli di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (16/1/2014).

Rusli Zainal menganggap Rutan Kulim sekarang sebagai surganya. ''Kalau dulu rumahku adalah surgaku, sekarang penjaraku adalah surgaku,'' ucap Rusli sambil tersenyum.

Selama menjalani masa tahanan, Rusli mengaku ikhlas menerimanya. Namun Rusli tetap menolak dinyatakan telah bersalah dalam kasus kehutanan dan suap PON yang disangkakan KPK.

''Dalam kasus kehutanan, saya hanya menerima nota dinas dari Syuhada Tasman (mantan Kadis Kehutanan Riau). Isinya nota dinas itu menyatakan bahwa sudah sesuai dengan ketentuan berlaku, makanya saya tanda tangan,'' kilahnya.

Rusli juga membantah terkait keiikutsertaannya dalam kasus suap PON. Ia menegaskan, tidak pernah memberi perintah kepada mantan Kadispora Riau Lukman Abbas menuruti permintaan uang anggota DPRD Riau.

''Kan sudah bisa dari beberapa saksi yang hadir dalam sidang. Saya tidak pernah memberi perintah itu. Lukman juga mengakuinya, dan saya sempat marah saat itu," imbuh Rusli.

Terkait aliran dana ke anggota DPR Fraksi Golkar Kahar Muzakkir senilai Rp 9 miliar, Rusli juga mengaku tidak tahu. "Bagaimana saya memerintahkan, nomor Kahar saja saya tidak punya," jelasnya. ***

Editor:Indriani Sanusi
Sumber:merdeka.com
Kategori:Umum, Riau, GoNews Group

wwwwww