Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
17 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
17 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
5 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pawai Sejarah Meriahkan Hari Jadi Kota Padang

Pawai Sejarah Meriahkan Hari Jadi Kota Padang
Peserta pawai memainkan Pupuik Batang Padi, alat tiup tradisional saat berlangusngnya Festival Siti Nurbaya di Padang, Sumatera Barat, 22 Mei 2015.
Sabtu, 08 Agustus 2015 19:06 WIB
Penulis: .
PADANG, GOSUMBAR.COM - Peringatan hari ulang tahun Kota Padang ke-346 dimeriahkan pawai telong-telong atau lampion, Kamis malam, 6 Agustus 2015. Pawai bersejarah itu dilakukan sebelum rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Jalan Sawahan, Padang, Jumat, 7 Agustus 2015.

Pawai ini diawali dengan pelepasan telong-telong ke udara oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah di Pantai Padang.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan telong-telong merupakan lampu yang disengaja digunakan pejuang untuk mengalahkan Belanda di Muaro Padang pada peristiwa heroik 7 Agustus 1669. Saat itu masyarakat Pauh dan Kuranji melawan VOC, yang menindas rakyat dengan sistem monopoli dagang, untuk merebut loji-loji Belanda. "Telong-telong ini strategi pejuang kita agar dianggap ramai," ucapnya, Kamis, 6 Agustus 2015.

Malam itu, Belanda tak menduga akan diserang. Sebab, mereka mengira rakyat hanya menggelar pawai tradisi biasa. Namun tiba-tiba rakyat menyerbu dan memporak-porandakan loji-loji Belanda.

Dengan kebersamaan dan kecerdasan masyarakat Minangkabau itulah, tutur Mahyeldi, loji-loji itu akhirnya bisa direbut. Semangat perjuangan itu yang mesti menjadi teladan. "Kita akan mampu membangun negara dan kota ini dengan bersatu," katanya.

Sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Madya Padang Nomor 188.452.25/SK-ESK/1986, peristiwa tersebut dijadikan sebagai tanggal dan tahun jadinya Kota Padang. Jadi, pada 7 Agustus 2015, Kota Padang berusia 346 tahun.

Pantauan Tempo sebagaimana dikutip GoSumbar.com, pawai ini diikuti masyarakat dari sebelas kecamatan di Kota Padang. Masing-masing kecamatan menampilkan berbagai pertunjukan. Misalnya penampilan teatrikal perjuangan menangkap penjajah Belanda. Mereka juga menghias kendaraan dengan berbagai bentuk. Ada juga yang menghiasi kendaraannya dengan atribut telong-telong. ***

Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Umum

wwwwww