Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
17 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
15 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Umum

Nagari Siguntur Tuo Pessel, Daerah Penghasil Gambir dengan Air Terjun Sarasah Nan Indah

Nagari Siguntur Tuo Pessel, Daerah Penghasil Gambir dengan Air Terjun Sarasah Nan Indah
Air Terjun Sarasah di Siguntur Tuo, Pesisir Selatan. (Humas/Elfi Mahyuni)
Sabtu, 16 Januari 2016 13:08 WIB
Penulis: Calva

PAINAN - Kenagarian Siguntur Tuo adalah nagari pemekaran dari Kenagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, dengan jumlah penduduknya sebanyak 1000 jiwa atau 300 Kepala Keluarga. Nagari ini memiliki banyak potensi pertanian dan pariwisata yang tidak kalah indahnya dengan lokasi wisata daerah lainnya. 

Masjid yang setiap hari dipergunakan masyarakat Kecamatan ini, hanya bisa beribadah beralaskan Terpal dikarenakan masih dalam tahapan pembangunan yang belum rampung seutuhnya. Di prediksi masjid baru selesai sekitar 65 persen dan masih membutuhkan banyak uluran tangan donatur-donatur.

"Kami sangat berharap datangnya donatur-donatur yang dermawan untuk membantu pembangunan masjid besar Darul Muhya ini, sehingga dengan adanya berbagai bantuan, masjid ini cepat siap dan membuat para pengguna lebih nyaman," ujar Razali Muhammad Nur Ketua panitia pembangunan masjid besar Darul Muhya.

Menurut pantauan GoAceh.Co langsung dari lapangan, terdapat banyak tiang-tiang penyangga yang masih dipakai untuk mengecor sehinnga jamaah hanya bisa shalat di sekeliling masjid yang sudah siap dikerjakan pembangunnya.

Menurut hitung-hitungan dari panitia masjid, biaya yang dibutuhkan sampai selesai pembangunan masjid mencapai tiga miliar, mulai dari pemasangan lantai marmer, relif dan berbagai keperluan lainnya, "Kami perkirakan sampai dengan selesai nantinya dana yang dibutuhkan untuk tahap-tahan yang belum siap mencapai tiga miliar," pangkasnya. ***

Sumber:Pesisirselatankab.go.id
Kategori:Umum, Ekonomi

wwwwww