Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Indonesia Raih Tiket Final Piala Thomas 2024, Jojo: Fajar/Rian Penentu
Olahraga
21 jam yang lalu
Indonesia Raih Tiket Final Piala Thomas 2024, Jojo: Fajar/Rian Penentu
2
Meski Cerai, Ria Ricis dan Teuku Ryan Tetap Jaga Hubungan Baik
Umum
22 jam yang lalu
Meski Cerai, Ria Ricis dan Teuku Ryan Tetap Jaga Hubungan Baik
3
Lawan Chinese Taipei, Fajar/Rian Tambah Keunggulan Indonesia 2-0
Olahraga
22 jam yang lalu
Lawan Chinese Taipei, Fajar/Rian Tambah Keunggulan Indonesia 2-0
4
Ed Sheeran Pilih Fokus Tur, Belum Mau Rilis Lagu Baru Tahun Ini
Umum
22 jam yang lalu
Ed Sheeran Pilih Fokus Tur, Belum Mau Rilis Lagu Baru Tahun Ini
5
Brad Pitt Kepergok Jalan Bareng Ines De Ramon di Pantai Santa Barbara
Umum
23 jam yang lalu
Brad Pitt Kepergok Jalan Bareng Ines De Ramon di Pantai Santa Barbara
6
Indonesia Tertinggal 0-2 dari China, Fadia/Ribka: Hasilnya Belum Sesuai
Olahraga
7 jam yang lalu
Indonesia Tertinggal 0-2 dari China, Fadia/Ribka: Hasilnya Belum Sesuai
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Diduga Banyak Tak Sesuai IMB, YLPK Meranti Minta Izin Bangunan Ditinjau Ulang

Minggu, 31 Januari 2016 17:41 WIB
Penulis: Safrizal
diduga-banyak-tak-sesuai-imb-ylpk-meranti-minta-izin-bangunan-ditinjau-ulangMulyono SE
SELATPANJANG - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, meminta izin mendirikan bangunan pada beberapa ruko dan hotel Selatpanjang ditinjau ulang. Pasalnya, kuat dugaan beberapa bangunan itu membangun tidak sesuai IMB.

Pernyataan itu dilontarkan Ketua YLPK Kepulauan Meranti, Mulyono SE, Minggu (31/1/2016). Kata Mulyono, memang dalam IMB itu telah ditentukan spesifik ketika hendak membangun, namun pada implementasi di lapangan, banyak izin itu dikangkangi.

Seperti halnya jarak bangunan dengan jalan. Ditambahkan Mulyono, setidaknya harus berjarak 7 - 10 meter namun, pada beberapa bangunan, jaraknya sangat dekat dengan jalan. Kondisi ini berdampak pada gangguan lalu lintas.

Mulyono mencontohkan pada Hotel Dyva Jalan Diponegoro Selatpanjang. Sesuai laporan yang mereka terima, pembangunan hotel itu sangat tidak sesuai dengan izin. Kajian akademis pembangunan hotel itu juga menyatakan bahwa kekuatan bangunan dipertanyakan.

"Info nya, itu izin ruko, tapi kok jadi hotel. Tentu bebannya akan berbeda, dan ini sangat berbahaya," ujar Mulyono.

Selain itu, dekatnya jarak hotel dengan jalan juga sangat merugikan masyarakat. "Di situ ada parkir motor, ada becak, tentu ini sangat mengganggu kenyamanan. Konsumen dikecewakan dalam hal ini," tambah Mulyono.

YLPK pun bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dibalik pembangunan Dyva Hotel. Meski besar dugaan adanya pengangkangan izin, namun hotel itu bisa selesai dibangun.

Untuk itu, YLPK berharap Pemda dan Legislatif harus secepatnya menggelar inspeksi mendadak ke hotel tersebut, untuk melihat izin sebagaimana diinformasikan masyarakat bahwa hotel itu pembangunannya tidak sesuai izin. "Tidak hanya hotel, ruko-ruko lain juga tolong ditertibkan. Ini sangat menganggu," harapnya. ***

Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/