Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
Politik
20 jam yang lalu
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
2
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
Hukum
15 jam yang lalu
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
3
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
4
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
Politik
20 jam yang lalu
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
5
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
Kesehatan
24 jam yang lalu
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
6
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Ekonomi
12 jam yang lalu
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hingga Subuh, Masyarakat Balairaja Usir Puluhan Gajah Liar dari Kebun

Hingga Subuh, Masyarakat Balairaja Usir Puluhan Gajah Liar dari Kebun
Kawanan gajah liar kelompok Giam Siak Kecil dan Balairaja saat berada di Kantong Balairaja, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. (foto :GoRiau.com)
Senin, 01 Februari 2016 10:38 WIB
Penulis: Eric
DURI - Saat keberadaan gajah liar di Kecamatan Pinggir dan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok terbesar berada di Hutan Talang, Kelurahan Balairaja, Kecamatan Pinggir, sekitar 19 ekor. Sementara sisanya sekitar 6 ekor, berada disekitar areal PT Kojo.

Gajah liar yang kembali ke Kantong Balairaja, tentunya butuh makan. Namun, keberadaan habitatnya tidak lagi seperti sedia kala. Dimana kini, Kantong Balairaja sudah mulai dipenuhi dengan kebun milik masyarakat.

Karena kebutuhannya untuk makan, gajah liar pun menyambangi kebun milik masyarakat, yaitu kebun singkong, pisang dan jagung. Tentunya, hal itu membuat masyarakat melakukan perlawanan berupa pengusiran, menggunakan mercon.

"Dari Minggu (31/1/2016) hingga Senin (1/2/2016) subuh, masyarakat di sekitar Hutan Talang yang masuk Kelurahan Balairaja, melakukan pengusiran terhadap gajah liar. Karena gajah itu memasuki kebun milik masyarakat, mencari makan," ujar Ketua Hipam Duri-Riau, Zulhusni menjelaskan kepada GoRiau.com.

Menurutnya, pergerakan gajah liar mencari makan dilakukan pada saat sore hari. "Sore hingga subuh, gajah liar keluar mencari makan. Sementara siangnya dia (gajah liar, red) baru keluar cari makan," tutup Husni menjelaskan pengusiran dilakukan hingga sekitar pukul 04.00 WIB.***

wwwwww