Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton
Pesona Indonesia 2016

Mau Dapat Hadiah Jutaan Rupiah?, Ikuti Lomba Foto-Video dan Artikel GMT Pesona Indonesia

Mau Dapat Hadiah Jutaan Rupiah?, Ikuti Lomba Foto-Video dan Artikel GMT Pesona Indonesia
Deputi Pemasaran Nusantara, Kementerian Pariwisata Ri, Esthy Riko Astuty
Rabu, 17 Februari 2016 12:59 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti tak pernah lelah menetaskan inovasi untuk mempromosikan Gerhana Matahari Total (GMT). Setelah berpromosi GMT ke luar negeri, Marketeer of The Year 2013 itu mencetuskan untuk menggelar lomba foto, video, dan karya tulis berkaitan fenomena gerhana matahari total di Indonesia.

Lomba yang berhadiah uang tunai jutaan rupiah tersebut, terbuka untuk umum, siapa saja boleh ikut dalam kompetisi ini. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Legislatif.co (GoNews Group), Rabu (17/02/2016) siang.

"Foto, video dan karya tulis merupakan satu dari lima unsur pentahelix yang posisinya sangat penting dalam dunia pariwisata. Ada unsur pemerintah (goverment), industri (business), akademisi (academition), asosiasi masyarakat (community) dan media. Masing-masing adalah subjek dalam pariwisata," kata Arief Yahya.

Arief Yahya menilai, GMT kali ini memang tergolong langka. Pertama, momentumnya pas, hanya di Indonesia yang hanya bisa dinikmati di daratan, persisnya di 12 provinsi di Tanah air pada 9 Maret 2016.

Hanya Palembang, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Bangka, Sampit, Balikpapan, Poso, Palu, Luwuk, Ternate, Mentawai, dan Maba yang bisa melihat fenomena GMT 2016.

Menurut Menpar, peristiwa ini baru akan dilihat selama 350 tahun sekali di lokasi yang sama. Dan guna menyambut fenomena tersebut, pihaknya mengadakan 100 iven di Indonesia untuk menyambut GMT tersebut.

Sementara daerah lainnya seperti Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian. "Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling mudah menyejahterakan masyarakat. Karena Gerhana matahari total peristiwa langka, kementerian selalu mengalokasikan anggaran agar momentumnya dapat diketahui masyarakat," tambah mantan Dirut Telkom itu. 

Terkait perlombaan ini, Deputi Pemasaran Nusantara Esthy Riko Astuty yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Putu Ngurah ikut mengamini hal itu.

Menurut Esthy, berbagai lomba yang digelar tadi berhadiah jutaan rupiah. Yang lebih penting lagi, lombanya dibuka untuk umum. “Berbagai lomba tadi kami gelar untuk memancing peran warga untuk turut ambil bagian dalam promosi wisata di Indonesia. Caranya,  melalui karya tulisan, foto, dan juga video. Gerhana matahari total juga kami gunakan sebagai 'gimmick' untuk menarik para wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang ke beberapa titik di Indonesia”, ungkap Esthy.

Dari paparan Putu Ngurah, tak hanya gerhana matahari saja yang menjadi obyek karya. Pesona alam, budaya, dan kuliner di wilayah yang dilewati GMT juga bisa dijadikan obyek karya.

"Berbagai karya yang dikumpulkan untuk diikutsertakan dalam perlombaan tetap terjaga hak ciptanya. Namun, pihak Kemenpar memperoleh hak guna atas karya-karya tersebut untuk kepentingan konten medianya," terang Putu. (*/dnl)

wwwwww