Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Bertentangan dengan Syariat Islam, FORGEPPA Tolak LGBT di Aceh

Bertentangan dengan Syariat Islam, FORGEPPA Tolak LGBT di Aceh
Sekretaris Jenderal FORGEPPA Muhammad Arsyad
Minggu, 06 Maret 2016 07:30 WIB

BANDA ACEH - Forum Gerakan Pemuda Peduli Aceh (FORGEPPA) melalui sekretaris jenderalnya Muhammad Arsyad menyatakan menolak keras prilaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) karena meupakan prilaku menyimpang dan melanggar syariat agama Islam. LGBT dinilai akan berdampak membawa malapetaka maupun bencana di Indonesia, khususnya di Aceh.

"Kami menolak LGBT, karena LGBT merupakan ancaman yang nyata dan mengundang azab sebagaimana yang telah menimpa kaum Nabi Luth. Tentu LGBT ini akan merusak tatanan masyarakat dan sudah pasti mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Kami, Forum Gerakan Pemuda Peduli Aceh menolaknya," ujar Arsyad dalam relis yang diterima GoAceh.co, Sabtu (5/3/2016) malam.

Menurutnya, dulu para pengidap LGBT tidak seberani sekarang menunjukkan identitasnya. Namun, ide-ide kebebasan dan HAM selalu menjadi senjata yang selau mereka gunakan. Bahkan mereka meminta masyarakat menerima kehadiran mereka dan menganggap LGBT sebagai sesuat yang normal.

"Padahal LGBT telah jelas-jelas bertentangan dengan kultur masyarakat Indonesia. Apalagi di Aceh yang sedang menerapkan syariat Islam. Islam jelas-jelas melarang untuk menyukai sesama jenis dan tegas melarang LGBT," ungkapnya.

Arsyad mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian khusus sehingga penyebaran lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kepada anak-anak dapat dihentikan. Pasalnya, ada kecenderungan korban penyimpangan seksual terus bertambah, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

“Jadi, pemerintah Aceh sebaiknya melakukan kampanye-kampanye bahaya LGBT demi menumbuhkan kesadaran masyarakat, sehinga prilaku menyimpang ini bisa berkurang,” tutupnya.***

Editor:Ridwan Iskandar
Kategori:Aceh, Badminton, PON
wwwwww