Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton

Gubernur Minta Pemkab/Pemko Bersabar, Aceh Masih Moratorium Tambang

Gubernur Minta Pemkab/Pemko Bersabar, Aceh Masih Moratorium Tambang
Minggu, 06 Maret 2016 08:31 WIB

MEULABOH - Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar dalam mengelola sumber daya alam sektor pertambangan yang tersedia karena Aceh masih dalam posisi moratorium.

"Kita masih moratorium pertambangan emas, biji besi sampai satu waktu nanti akan kita buka kembali, tapi bukan menjual bahan mentah, tapi kita kelola di sini. Ini pemikiran saya bersama-sama dalam hal ini kita lakukan," katanya di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela menyampaikan kata sambutanya menghadiri perayaan besar Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Pemkab Aceh Barat di Masjid Baitul Makmur Meulaboh yang dihadiri ribuan masyarakat.

Zaini menyampaikan, Aceh bukan hanya kaya akan sumber daya alam mineral dan batu bara (minerba), tapi juga berpotensi sebagai lumbung padi nasional dan posisi saat ini pertanian adalah fokus utama untuk peningkatan ekonomi rakyat.

Kata dia, hampir semua wilayah Aceh memiliki perkebunan cukup luas sehingga mayoritas masyarakatnya adalah petani kebun, kemudian sektor unggulan lain adalah perikanan tangkap yang belum tergarap maksimal.

"Kita wajib bersabar untuk itu, nanti dalam satu waktu kita akan mencoba mengelola kalau ingin mengambil hasil emas itu, maka kita ambil dengan cara betul dengan tidak merusak alam," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk kawasan Aceh Barat terdapat sektor unggulan pertambangan batubara, emas, biji besi dan perkebunan kelapa sawit dan karet, semua itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan rakyat di masa depan.

Kata dia, daerah yang dijuluki Bumi Teku Umar itu mampu meningkatkan produksi perikanan mencapai 7,8-8 ton pertahunnya, termasuk pengembangan perikanan budidaya yang dapat menjadikan nilai tambah pendapatan sehari-hari masyarakat.

Sebut dr Zaini, Aceh Barat yang dikenal memiliki batubara untuk jangka panjang akan terus diperjuangkan menjadi salah satu aset pendapatan daerah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Aceh akan terus mendatangkan investor dari luar untuk mengelolala sumber daya alam itu.

"Aceh Barat banyak potensi untuk dikembangkan, pertambangan batubara contohnya. Walaupun harganya saat ini turun tapi akan naik kembali, jangan takut pak bupati nanti kita sama memperjuangkan memasukan investor kemari," katanya menambahkan. ***

Sumber:skalanews.com
Kategori:Aceh, Badminton, PON
wwwwww