Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Warning! BMKG: Riau Berpotensi Berasap Lagi

Warning! BMKG: Riau Berpotensi Berasap Lagi
Bencana asap yang melanda Riau tahun 2015 lalu akibat Karlahut (Foto: Chairul Hadi)
Minggu, 06 Maret 2016 09:21 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mengatakan, kemarau yang melanda Provinsi Riau masih akan terjadi hingga awal April 2016 nanti. Jika kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) terus terjadi dan meluas, bukan tidak mungkin negeri lancang kuning bakal dilanda bencana asap.

"Masih akan kering hingga awal April. Ditambah lagi di daerah yang rawan kebakaran lahan curah hujan sangat minim, ini jadi faktor pemicunya. Lalu adanya pelaku pembakar lahan. Kalau ini terus terjadi, bisa saja asap bakal muncul," sebut Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Kepada GoRiau.com, Sugarin mengatakan, kondisi angin di Riau masih kalem (bergerak dengan lambat, red) dari timur laut ke barat daya. Artinya, asap hasil kebakaran lahan bakal tertahan disatu titik. "Jadi jika bencana asap terjadi, Pekanbaru juga akan kena imbasnya, sesuai prediksi arah angin tersebut," jawabnya.

Pantauan BMKG pada Sabtu pagi ini, jumlah titik panas (hotspot) Riau sudah mencapai 53 spot, diantaranya Pelalawan, Inhu dan Inhil masing-masing satu hotspot, Siak enam hotspot, Meranti tujuh hotspot, Dumai 18 hotspot dan Bengkalis 19 hotspot. "Kalau total di Sumatera ada 69 spot, yakni Riau 53 dan Sumut 16," ungkapnya.

Sedangkan pantauan titik api (firespot) ada 37 titik, antara lain Inhil satu titik api, Siak dua titik api, Meranti empat titik api, Bengkalis 14 titik api dan Dumai 16 titik api. "Memang di daerah-daerah ini sangat minim sekali curah hujan," kata Sugarin, Minggu di kantornya.

Menurut data BMKG, lokasi Karlahut Riau diantaranya di Kecamatan Bengkalis, Rupat, Mandau, Bukit Batu, Keritang, Peranap, Merbau, Tebingtinggi, Pangkalan Kuras, Siak, Sungai Apit, Bukit Kapur dan Dumai Barat. Adapun wilayah-wilayah ini juga mengalami kebakaran hebat di 2015 lalu. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww