Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
14 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
19 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh PSSI dan Menpora

Meski Dinyatakan Keok, Kemenpora Mengaku Belum Terima Salinan Resmi dan Akan Ajukan PK

Meski Dinyatakan Keok, Kemenpora Mengaku Belum Terima Salinan Resmi dan Akan Ajukan PK
Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan merangkap Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto
Senin, 07 Maret 2016 20:55 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Meski sudah jelas terang benderang pihak Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan penolakan terhadap kasasi terhadap masalah gugatan PSSI terhadap Keputusan Menpora tentang Tidak Diakuinya Kegiatan Keolahragaan PSSI, yang lebih dikenal dengan Pembekuan PSSI. Kemenpora mengaku hanya mendegar dari media dan belum menerima surat salinanannya dari MA.

Padahal Putusan MA ini, sekaligus memperkuat putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negeri (PT TUN) yang dalam amar putusannya No. 266/B/2015/PT.TUN/JKT tanggal 28 Oktober 2015 dan juga menguatkan keputusan PTUN No. 91/G/2015/PTUN.JKT tanggal 14 Juli 2015.

Hal tersebut diungkapkan Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan merangkap Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto melalui release yang diterima Legislatif.co (GoNews Group), Senin (07/03/2016).

"Kemenpora menghormati proses hukum dan hasil kasasi MA. Kemenpora sejauh ini sedang berusaha secepatnya untuk memperoleh petikan putusan kasasi MA tersebut langsung dari pihak MA, tanpa harus menunggu," terangnya.

Kemenpora menurut Gatoto, akan segera mempelajari substansi materi yang menjadi putusan dan berikut pertimbangan MA dalam memutuskan kasasi tersebut. "Sambil menunggu diperolehnya petikan putusan kasasi, Kemenpora akan mempertimbangkan untuk menempuh proses hukum berikutnya berupa Peninjauan Kembali (PK)," jelasnya.

Diakui Gatot, berlanjutnya kemungkinan ke arah proses PK ini, pihaknya bukan tidak menghormati keputusan dan ketetapan dari MA. "Kemenpora bukan tidak menghormati putusan kasasi MA, tetapi sebagai bagian dari upaya hukum Kemenpora untuk menggunakan hak hukumnya," pungkas Gatot. ***

wwwwww