Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Habiskan Anggaran Rp 3 Milyar, Pasar Tradisional Gedubang Aceh Seperti Bangunan Tua

Habiskan Anggaran Rp 3 Milyar, Pasar Tradisional Gedubang Aceh Seperti Bangunan Tua
Pasar Tradisional Gedubang Aceh (2/4/22016).(foto: Dedek/GoAceh.co).
Sabtu, 02 April 2016 08:47 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Pasar tradisional di Gampong Gedubang Aceh, Kecamatan Langsa Baroe, yang dibangun menggunakan dana APBN Tugas Pembantuaan (TP) tahun 2013 Kementrian Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdangan Dalam Negeri sebanyak Rp 3 miliar, kini terbengkalai dan bagaikan bangunan tua.

Pantauan GoAceh.co, Sabtu (2/4/2016), pasar tradisional yang diresmikan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE beberapa tahun yang lalu kini tidak ada lagi aktivitasnya layaknya pasar-pasar tradisional di daerah lain.

Salah seorang warga Kota Langsa, Agussalim, kepada GoAceh.co, menyebutkan, terbengkalainya pasar tradisional ini, karena pedagang menjual harga sembako dan rempah-rempah sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan di pusat pasar Langsa. Selain itu, sembako yang diperjual belikan di pasar tradisional itu kurang lengkap.

"Sudah harganya mahal, sembakonya juga tidak lengkap, jadi masyarakat lebih mau membeli di Pasar Langsa," ungkapnya.

Selain itu, Diskoperindag dan UKM kurang serius dalam mengelola dan mengembangkan pasar tradisional tersebut. Seharusnya, dinas tersebut lebih peka dalam upaya pengembangan pasar tradisional yang pembangunannya telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah. (ddk)

Kategori:Aceh, Badminton, Voli
wwwwww