Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Hasil Mubes Masyarakat 6 Kecamatan Wilayah Hilir Kuansing: Kabupaten Kuantan dengan Ibukota Baserah

Hasil Mubes Masyarakat 6 Kecamatan Wilayah Hilir Kuansing: Kabupaten Kuantan dengan Ibukota Baserah
Forum kepala desa dan BPD menyatakan sikap mendukung pembentukan Kabupaten Kuantan.
Minggu, 10 April 2016 17:59 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Masyarakat enam kecamatan wilayah hilir Kuantan Singingi (Kuansing) sepakat untuk membentuk Kabupaten Kuantan dengan ibukotanya Baserah. Hal ini disepakati dalam Musyawarah Besar (Mubes) masyarakat setempat, Minggu (10/4/2016) siang.

"Alhamdulillah, Mubes yang digelar sejak siang tadi menghasilkan tiga keputusan, pertama daerah otonomi baru ini diberi nama Kabupaten Kuantan, kedua penetapan ibukota berada di Baserah dan ketiga menetapkan Badan Pekerja Pembentukan Kabupaten Kuantan (BPPKK)," ujar Musliadi yang juga ditetapkan sebagai Ketua BPPKK.

Dijelaskan Musliadi, pemberian nama daerah otonomi baru sempat menemui kendala saat Mubes. Sebab, setiap kecamatan mengusulkan nama yang berbeda.

"Dalam Mubes, dibentuk dua komisi. Dimana Komisi A bekerja dalam menentukan nama kabupaten dan ibukota. Mereka ini berasal dari unsur tokoh adat dan tokoh masyarakat," beber Musliadi.

Dalam usulan tersebut, Kecamatan Pangean mengusulkan nama Rantau Kuantan Limo Koto, Kecamatan Logas Tanah Darat mengusulkan Empat Koto Luwak Sembilan, Kecamatan Kuantan Hilir mengusulkan Kuantan Raya, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang mengusulkan Hilir Kuantan, Kecamatan Inuman mengusulkan Kuantan Raya dan Kecamatan Cerenti mengusulkan Kuantan Selatan.

"Walau pun dalam pembahasan Komisi A tak selesai, tapi pembahasan dilanjutkan usai acara ditutup. Setelah itu, dibahas lagi bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat dan disepakati namanya Kabupaten Kuantan," beber Musliadi.

Sementara itu, Komisi B bertugas untuk menentukan BPPKK dan langsung menunjuk Musliadi, SAg sebagai ketua, Sastra Febriawan sebagai sekretaris dan Asnidar selaku Bendahara.

"Komisi B ini beranggotakan forum kepala desa dan forum BPD yang ada di enam kecamatan," lanjut Musliadi.***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww