Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Harga Karet Bergerak Naik, Patani Karet di Kota Sawahlunto Bernafas Lega

Harga Karet Bergerak Naik, Patani Karet di Kota Sawahlunto Bernafas Lega
Tanaman karet siap panen. (ptm.bppt.go.id)
Selasa, 19 April 2016 11:40 WIB

SAWAHLUNTO - Harga karet mentah kembali bergerak naik hingga mencapai 11-12 ribu rupiah per kg sejak sepekan lalu. Menurut Hasanurais Ketua Asosiasi Petani Karet Kota Sawahlunto, harga tersebut adalah harga penjualan  pihaknya ke pabrik karet. Sementara untuk penjualan di tingkat petani, asosiasi memberlakukan pemotongan seribu rupiah per kg untuk ganti biaya transportasi.

Hasanurais mengungkapkan sebelumnya harga karet sempat mencapai level terendah yakni enam ribu rupiah per kg di pabrik. Sementara penjualan di tingkat agen atau toke, harga ini masih lebih rendah lagi. Kenaikan harga karet ini membuat petani khususnya anggota asosiasi karet Sawahlunto kembali bersemangat mengurus kebunnya.

Diakui Hasanurais jatuhnya harga karet selama beberapa minggu lalu menjadi pukulan bagi petani. Banyak petani yang tidak lagi mengacuhkan kebunnya, bahkan ada di beberapa daerah petani melakukan penebangan pohon karet di kebunnya.

Namun petani anggota Asosiasi Karet Sawahlunto sendiri bisa sedikit bernafas lega, karena penjualan karet melalui Asosiasi , bisa terbilang cukup menguntungkan. Pasalnya saat harga di pabrik 6 ribu perkg, Asosiasi Karet Sawahlunto membantu petani dengan menetapkan harga jual yang sama dengan harga pabrik.

“Salah satu visi Asosiasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet, karena itu saat harga jual ke pabrik mencapai titik terendah, Asosiasi membelakukan harga ke petani sama dengan harga pabrik. Karet yang dibeli dari petani tersebut kami stok di gudang, setelah harga kembali naik, baru penjualan ke pabrik kami lakukan,” ujar Hasanurais dilansir dari sawahluntokota.go.id, Selasa (19/4/2016).

“Alhamdulillah, harga karet akhirnya naik kembali sehingga Asosiasi bisa melakukan penjualan ke pabrik,” paparnya. (***i)

Editor:Calva
Sumber:Sawahluntokota.go.id
Kategori:Ekonomi, Badminton
wwwwww