Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ditanya Penonaktifan Suparman Sebagai Bupati Rohul, Ini Jawaban Mendagri

Ditanya Penonaktifan Suparman Sebagai Bupati Rohul, Ini Jawaban Mendagri
Mendagri Tjahyo Kumolo berfoto bersama dengan Bupati/Wakil Bupati terpilih usai pelantikan. (GoRiau.com/ Daniel)
Jum'at, 22 April 2016 18:10 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kaburnya Bupati/Wakil Bupati Rokan Hulu Suparman-Sukiman usai pelantikan di Kemendagri ternyata muncul isu kalau Suparman takut dengan awak media nasional yang sudah menunggu di ruang loby.

Bukan hanya itu saja, isu lainya juga muncul disela-sela acara pelantikan. Dimana kabar yang beredar, Suparman usai dilantik akan berstatus non aktif.

Terkait isu tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo membantahnya. "Wah tidak benar, setelah dilantik ya beliau-beliau para Bupati/Wakil tentu istirahat dulu yang bener. Kemudian nanti masih ada proses lanjutan yakni serah terima jabatan di daerah masing-masing," terang Mendagri kepada GoRiau.com, Jumat (22/04/2016) di Kemendagri Jalan Merdeka Barat Jakarta.

Namun kata Tjahjo dirinya mengakui keterlambatan pelantikan 7 pejabat daerah memang atas instruksinya. "Ya karena kami juga perlu koordinasi terlebih dahulu dengan beberapa instansi terkait. Karena khususnya Bupati Rokan Hulu Suparman, sedang mengalami kasus hukum. Setelah kita menemukan kata sepakat, baru hari inilah kita laksanakan pelantikan," tukasnya.

Ketika ditanya apakah secara hukum yang berlaku pelantikan tersebut sudah sah dan sesuai undang-undang, Tjahjo menjawab sudah. "Ya sah, status saudara Suparman ini kan masih tersangka, beda lagi kalau beliau sudah ditahan, atau tertangkap tangan. Kita akan batalkan pelantikan jika memang dia tertangkap tangan atau kasus narkoba, itu kita tidak ada tolerir lagi. Kita masih tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, oke cukup ya," pungkas Mendagri. ***

Kategori:Voli, Riau, PON, Badminton
wwwwww