Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
24 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
23 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
5
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Metropolitan
23 jam yang lalu
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
6
Gagal ke Semifinal, Ginting Ngaku Banyak Melakukan Kesalahan
Badminton
24 jam yang lalu
Gagal ke Semifinal, Ginting Ngaku Banyak Melakukan Kesalahan
Home  /  Berita  /  Badminton

Barang Impor Ilegal Rp 70 Miliar Dimusnahkan di Banda Aceh

Barang Impor Ilegal Rp 70 Miliar Dimusnahkan di Banda Aceh
Pemusnahan barang impor ilegal oleh Bea Cukai Aceh di Banda Aceh, Selasa (3/5/2016). (metrotvnews.com)
Selasa, 03 Mei 2016 16:24 WIB
BANDA ACEH - Bea dan Cukai Provinsi Aceh memusnahkan sejumlah barang impor ilegal, Selasa (3/5/2016). Barang-barang impor senilai Rp70,2 miliar itu merupakan hasil sitaan kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banda Aceh sejak 2014 hingga 2015.

“Barang-barang itu merupakan barang impor ilegal karena tidak memenuhi ketentuan dan tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan yang dipersyaratkan,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh, Rusman Hadi, kepada Metrotvnews.com, Selasa (3/5/2016).

Barang-barang impor ilegal itu di antaranya bawang merah, gula pasir, beras ketan, pakaian bekas (monza), rokok, kosmetik tanpa izin edar dari Balai POM, serta dua unit sex toys.

Selain merugikan para petani tebu, bawang, dan gula di Indonesia, Rusman juga menilai barang impor itu juga dapat merusak harga pasar dalam negeri.

Selama ini puluhan karung gula pasir ilegal masuk ke Banda Aceh melalui pelabuhan Ulee Lheue. Rusman mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai penindakan terkait maraknya gula asal Thailand yang masuk ke Banda Aceh.

Untuk sextoys dan kosmetik, dia mengatakan barang tersebut dikirim ke Aceh melalui pos. Sedangkan bawang merah masuk melalui jalur laut dari Malaysia, Vietnam, dan Bangkok.

“Jika ada barang yang masuk ke Indonesia tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan maka akan kita cegah, bisa ke arah penyidikan jika tindak pidana dan pemusnahan,” ujar Rusman. ***

Editor:Mustafa Kamal Usandi
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Aceh, Badminton, Ekonomi
wwwwww