Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ibu Kota Aceh Tamiang Penuh Debu

Ibu Kota Aceh Tamiang Penuh Debu
Jalan dua jalur Medan - Banda Aceh, di Karang Baru Aceh Tamiang tak luput dari debu. (Suparmin/GoAceh.co)
Kamis, 05 Mei 2016 14:05 WIB
Penulis: Suparmin

ACEH TAMIANG - Ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, Karang Baru benar benar menjadi kota debu karena selalu diselimuti debu berterbangan yang sumbernya berasal dari badan jalan dua jalur, proyek OTSUS yang tak selesai dikerjakan pada anggaran tahun 2015 lalu.

Diharapkan ditahun 2016 ini, Pemerintah Aceh segera menyelesaikan pekerjaan jalan dua jalur Medan - Banda Aceh tersebut. Amatan GoAceh.co, jalan dua jalur sebagai sumber debu terjadi sejak ujung jembatan Kualasimpang hingga depan Kantor Bupati dan Kantor DPRK Aceh Tamiang.

Seperti yang diungkapkan Dr A Halim SpOG, dia berharap proyek jalan dua jalur tersebut segera dapat dirampungkan pekerjaannya.

"Dalam hal ini kita tidak menyalahkan oihak manapun, namun kita hanya bisa berharap kepada Pemda kita agar mencari solusi untuk mengurangi banyaknya abu. Misalnya melakukan penyiraman secara rutin," pinta Halim.

Lanjut Halim lagi, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten yang memiliki keterkaitan dalam hal tersebut, kata Halim sangat wajar jika melakukan saling koordinasi dalam penyiraman jalan.

"Dinas Kesehatan, BPBD, PU dan BLHK saya kira bisa untuk berkoordinasi, berembug mencari solusi saling bergandengan tangan dan bahu membahu untuk menyiram abu agar berkurang," ujar Halim.

Sebab kata Halim, akibat banyaknya debu yang mencemari udara sangat dipastikan dapat menyebabkan terjadinya penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) bagi warga.

"Memang ini Proyeknya Pemerintah Provinsi Aceh, tetapi demi pencegahan penyakit bagi rakyat, dan atas hal hal yang tak diinginkan, yang diharapkan adalah hanya proaktif dari Pemerintah setempat," ujar Dr Halim. (Par)

Editor:Oriza
Kategori:Badminton, Olympic, PON
wwwwww