Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
19 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  PON

Sempat Tertunda, Hearing Komisi B DPRD Meranti dengan Disperindag Akhirnya Terlaksana dan Membahas Ini

Sempat Tertunda, Hearing Komisi B DPRD Meranti dengan Disperindag Akhirnya Terlaksana dan Membahas Ini
Saat hearing Komisi B DPRD dengan pihak DisperindagkopUKM
Kamis, 26 Mei 2016 21:34 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Meski sempat tertunda pada pagi hari, hearing dengan DisperindagkopUKM dengan Komisi B DPRD Kepulauan Meranti akhirnya terlaksana, Rabu (25/5/2016) sore. Ada beberapa poin penting yang mereka bahas.

Diantaranya, tentang pengawasan harga eceran tertinggi (HET) BBM bersubsidi di Kepulauan Meranti. Kemudian, mereka juga membahas kesiapan Disperindag menghadapi puasa hingga lebaran.

"Disperindag harus segera menggelar operasi pasar andai harga Sembako naik signifikan jelang puasa hingga lebaran ini," kata Ketua Komisi B DPRD Dedi Putra SHi didampingi Anggota Muzakir, Kamis (26/5/2016).

"Kita juga minta Disperindag memastikan ketersediaan BBM selama puasa hingga lebaran. Jangan sampai putus BBM," tambah Muzakir.

Selain membahas masalah HET BBM dan kesiapan jelang puasa hingga lebaran, Komisi B juga membahas masalah harga kopi, karet, dan kelapa bersama Disperindag. Komisi B meminta adanya standarisasi harga kelapa kopi dan karet agar keluhan petani bisa teratasi.

Menurut Anggota Komisi B Taufiek, pihak Disperindag menyampaikan agar setiap desa mendirikan koperasi. Namun, mereka meminta andai itu dilakukan Disperindag harus bisa membantu terutama dalam bantuan dana. "Bantu kucurkan dana ke koperasi di desa. Namun, penggunaan dana itu harus ada regulasi yang mengatur, supaya bisa dipertanggungjawabkan," ujar Taufiek.

Sementara, menurut Disperindag, saat ini mereka sedang mengusahakan agar target menyelamatkan harga karet kopi kelapa petani bisa terwujud. Mereka sedang mengusahakan bagaimana bekerjasama dengan koperasi di provinsi maupun pusat.

Pantauan GoRiau, sebelumnya Rabu pagi telah diagendakan hearing dengan DisperindagkopUKM. Meski sudah datang pegawai Disperindag, hearing ditunda. Karena Komisi B ingin langsung hearing dihadiri Kadisperindag Syamsuar Ramli. Baru pada sore harinya hearing digelar. ***

Kategori:PON
wwwwww