Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Harusnya Mendagri Beri 'Bekal' untuk Bupati dan Wakil Bupati Hasil Pilkada 2015

Sabtu, 04 Juni 2016 19:16 WIB
Penulis: Wirman Susandi
harusnya-mendagri-beri-bekal-untuk-bupati-dan-wakil-bupati-hasil-pilkada-2015Musliadi, SAg
TELUKKUANTAN - Bupati dan Wakil Bupati hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 berasal dari berbagai kalangan dan jenjang pendidikan. Seperti kalangan birokrat, politisi dan pengusaha, tentu memiliki pemahaman yang berbeda tentang pemerintahan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, SAg menanggapi fenomena yang terjadi pasca dilantiknya para pemimpin daerah tersebut.

"Karena berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, tentu belum paham akan tugas pokok dan fungsi," ujar Musliadi, Sabtu (4/6/2016).

Untuk itu, ia menyarankan agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memberikan pembekalan terhadap bupati dan wakil bupati mengenai dasar-dasar pemerintahan. "Harusnya pembekalan itu dilakukan sebelum mereka (bupati dan wakil bupati) dilantik."

"Kalau Lemhanas kan ada jenjangnya, tapi kalau pembekalan itu hanya dimulai dari dasar-dasar dia mengenal Tufoksi sebagai kepala daerah," tambah Musliadi. Hal ini dilakukan agar kepala daerah tidak salah menurut aturan dan undang-undang dalam menjalankan tugas.

"Selain mereka punya ilmu pemerintahan, juga tidak ada tumpang tindih kebijakan dan kewenangan antara bupati dan wakil bupati," lanjut Musliadi. Menurutnya, jika pemimpin memiliki ilmu, tentu tidak sembarangan mengeluarkan statement atau kebijakan. Ia takut, kebijakan dan statement yang dikeluarkan tersebut mengundang kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

"Karena itu, sangat penting bupati dan wakil bupati di Riau, baik yang sudah dilantik atau pun yang akan dilantik mendapat pembekalan tugas dari Mendagri," ujar Musliadi.

Dikatakan Musliadi, kepala daerah dan Sekda merupakan pelayan masyarakat dan juga sebagai pembina PNS yang ada di lingkungannya. "Karena itu, PNS harus mendapat pembinaan, bukan malah diancam diberhentikan. Kalau memang tak loyal, sebaiknya dianalisa dulu dan diberi teguran."

"Terkait yang terjadi di Kuansing, saya pikir terlalu cepat jika saudara Wabup mengatakan akan memecat PNS yang tidak loyal. Analisa dulu, agar saudara Wabup tidak salah ucap. Urusan PNS, serahkan saja pada Sekda selaku pembinanya. Ini saran dari Komisi A dan berharap pemimpin Kuansing menjalankan program sesuai janji-janji saat kampanye," beber Musliadi.

DPRD berharap, lanjut dia, Mursini - Halim bisa menyatukan seluruh masyarakat agar tidak ada lagi terkotak-kotak. Sebab, seluruh masyarakat Kuansing menginginkan hidup dengan tentram dan menjalani hari-hari dengan damai.***

Kategori:Voli, Badminton
wwwwww