Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Badminton

Meski Trauma, Korban Pemerkosaan Geng Motor Tetap Ikut UN

Meski Trauma, Korban Pemerkosaan Geng Motor Tetap Ikut UN
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (google)
Senin, 06 Juni 2016 16:02 WIB
Penulis: Raziq Hanan Fernandes
BANDA ACEH - Meskipun mengalami trauma berat atas kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh geng motor yang terdiri dari empat pria, PSC (15) siswi SMP Banda Aceh, namun tidak membuat surut korban untuk meniguti Ujian Nasional (UN).Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umim Polda Aceh, Kombes Nurfalah, kepada GoAceh.co.

"Semangat dia tidak surut untuk mengikuti UN," terangnya.

Kombes Nurfalah menjelaskan, saat mengikuti UN selama tiga hari, korban terus didampinggi oleh psikolog. Guna membuat korban dapat mengikuti UN dan bisa lulus dari tingkat SMP.

"Untuk menekan mental serta traumanya, korban terus diberikan pendamping psikolog" tutupnya.

Seperti diketahui, kasus ini sedang ditangi oleh Polda Aceh. Dimana pelaku yang berjumlah empat orang, yakni HSP (19), SH (23), IG (26) dan TQ (20) terancam dengan undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan kurungan penjara 15 tahun atau denda Rp5 miliar.

Editor:Oriza
Kategori:Beladiri, Badminton
wwwwww