Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Atasi Banjir Rob, Batu Grip Dibangun, Wako Padang: Warga Agar Tidak Tinggal di Bibir Pantai

Atasi Banjir Rob, Batu Grip Dibangun, Wako Padang: Warga Agar Tidak Tinggal di Bibir Pantai
Kawasan yang terkena banjir rob di Kota Padang. (Humas Padang/Charlie)
Rabu, 08 Juni 2016 07:23 WIB

PADANG – Sepanjang garis pantai di Kota Padang dilanda banjir, beberapa waktu belakangan ini. Banjir diakibatkan naiknya air laut (banjir rob), membuat sejumlah rumah warga direndam banjir. Walikota Padang menyebut solusi mengatasi banjir ini yakni dengan membangun pemecah batu di sepanjang pantai.

“Daerah kita di sepanjang pantai cukup rendah dan mudah terendam. Kita akan bangun batu grip pemecah batu untuk mengatasi ini,” terang Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo, Selasa (7/6/2016).

Banjir rob terjadi bisa dua atau tiga kali dalam setahun. Menurut nelayan yang biasa melaut, pada bulan ini air laut cukup tinggi dan ombak lebih kuat dari biasanya. “Untuk itu kita harapkan warga (di sepanjang pantai) mencari lokasi tempat tinggal lebih aman,” ucap Mahyeldi.

Dikatakan Walikota, sebenarnya warga yang kini tinggal di sepanjang bibir pantai merupakan daerah terlarang. Sepanjang pinggir pantai itu nantinya akan dibangun jalan. Mulai dari Sungai Pisang hingga ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Saya lihat, rumah yang terkena banjir rob kemarin adalah rumah yang dibangun di areal jalan itu, di bibir grip,” ungkap Walikota.

Walikota tak ingin warga yang tinggal di sepanjang bibir pantai mendapat resiko. Sebab, Pemerintah Kota Padang pastinya tidak akan mengeluarkan izin bangunan di daerah terlarang tersebut. “Warga diharapkan tidak tinggal tidak di bibir pantai dan mencari tempat lain yang aman,” aman dan kondusif untuk ditempati,” imbaunya.(Charlie/Mursalim)

Editor:Calva
Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww