Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua MPR: Keragaman Sumber Kekayaan Dan Kekuatan Bangsa

Ketua MPR: Keragaman Sumber Kekayaan Dan Kekuatan Bangsa
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.
Minggu, 12 Juni 2016 17:44 WIB
JAKARTA- Saat memberi Sosialisasi 4 Pilar untuk anggota KAHMI Garut, Jawa Barat, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memaparkan sebuah survei tentang implementasi Pancasila di masyarakat.

Dalam survei menunjukkan bahwa Pancasila sebagai ideologi, filsafah dan pandangan hidup bangsa terancam kelumpuhan. Lumpuhnya Pancasila tersebut mengakibatkan kesenjangan sosial, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.

"Hal demikian bisa terjadi karena keberpihakan pada masalah sosial semakin jauh," ujarnya.

Zulkifli Hasan menceritakan bukti dari kesenjangan sosial itu dibuktikan saat dirinya menemui petani di Desa Sirna Jaya, Kecamatan Pasirwangi, Garut. Di mana dari 100 petani yang memiliki sawah hanya 4 orang, lainnya hanya menjadi penggarap atau buruh tani. "Itu baru di bidang pertanian belum di bidang lainnya," ujarnya, Minggu (12/6).

Bila demikian menurut Zulkifli Hasan ancaman kita adalah masalah kesenjangan sosial bukan komunisme.Berangkat dari menjauhnya masyarakat dari Pancasila maka masyarakat pun setuju untuk diberikan sosialisasi Pancasila di sekolah, ormas, dan komunitas masyarakat lainnya.

Masyarakat juga mengakui bahwa Pancasila telah ditinggalkan."Bila Pancasila ditinggalkan maka akan menjadi ancaman bagi NKRI," ujarnya. "Dan Sosialisasi Pancasila ini menjadi penting," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan kita tidak boleh bersikap individualis. Zulkifli Hasan mengutip pendapat Bung Karno bahwa kita harus bersatu. Dengan bersatu maka bisa berdaulat.

"Ini semua dalam rangka mewujudkan keadilan sosial," jelasnya.

Di dalam NKRI, siapapun kita, di manapun tempatnya, mempunyai hak yang sama. Zulkifli Hasan mengutip kembali kata Bung Karno yang mengatakan kita beragam. Keragaman yang ada membuat masing-masing etnis mempunyai bahasa dan budaya berbeda.

"Meski beragam namun kita bersatu. Keragaaman merupakan potensi kekayaan nasional dan sumber kekuatan Indonesia," tambah Zulkifli Hasan.(Rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww