Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
24 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Waduh! Kondisi Jalan Banyak yang Rusak, TdS 2016 Rute ke Kabupaten Solok Selatan Dibatalkan

Waduh! Kondisi Jalan Banyak yang Rusak, TdS 2016 Rute ke Kabupaten Solok Selatan Dibatalkan
Ilustrasi
Minggu, 26 Juni 2016 09:45 WIB

PADANG ARO - Banyak kondidi jalan yang rusak dan bisa membahayakan pembalap, merupakan alasan utama pembatalan Tour de Singkarak rute ke Kabupaten Solok Selatan tahun 2016 ini, dibatalkan panitia penyelenggara. Jalan yang rusak itu diakibatkan maraknya galian C di kabupaten itu. Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Muzni Zakaria menilai pembatalan rute Tour de Singkarak (TdS) bukti perbedaan atau tebang pilih perhatian terhadap daerah yang bukan kepulauan.

"Kami sudah tiga kali menyelenggarakan TdS tetapi tahun ini malah dibatalkan. Dengan kejadian ini kami merasa ditinggalkan sesama daerah daratan," katanya di Padang Aro, dilansir dari solselkab.go.id, Minggu (26/6/2016).

Ia menyebutkan pembatalan juga dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan secara lisan maupun tulisan. Menurut dia, jalan menuju Solok Selatan rusak bukan karena banyaknya galian C tetapi karena bencana pada awal 2016.

Jalan tersebut, katanya, sudah rusak sejak Februari 2016 tetapi belum juga dimulai pengerjaan sampai sekarang. Sebaiknya, kata dia, pemerintah pusat, provinsi dan daerah harus melakukan pembicaraan awal untuk mencarikan solusinya bukan langsung membatalkan secara sepihak.

"Pemerintah pusat, provinsi dan daerah wajib melakukan pembicaraan atau rapat awal dan segala hambatan yang ada harus dibicarakan untuk dicarikan solusinya," kata dia.

Dia berharap, Gubernur Sumbar mempercepat proses perbaikan titik jalan yang rusak sehingga rute delapan TdS tetap finish di Solok Selatan.

"Kami berharap pembatala rute delapan dicabut dan Gubernur mempercepat perbaikan jalan rusak," katanya. (***)

Editor:Calva
Sumber:Solselkab.go.id
Kategori:Olahraga, GoNews Group, Sumatera Barat
wwwwww