Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Info Mudik 2016

Kemacetan Arus Mudik Dan Arus Balik Siapa Yang Paling Bertanggungjawab?

Kemacetan Arus Mudik Dan Arus Balik Siapa Yang Paling Bertanggungjawab?
Kemacetan arus mudik di Brebes Jawa Tengah. (istimewa)
Kamis, 07 Juli 2016 08:11 WIB
JAKARTA - Permasalahan macet saat arus mudik maupun arus balik lebaran menjadi masalah klasik bagi Indonesia. Setiap tahun, berbagai cara dan upaya telah dilakukan, namun tetap saja kemacetan terjadi. Bahkan kemacetan arus mudik lebaran tahun ini adalah yang terparah dengan adanya korban jiwa.

Jika tahun sebelumnya korban luka dan meninggal dunia karena kecelekaan lalu lintas, namun tahun ini malah terdapat korban meninggal akibat kepanasan dan kelaparan di jalur mudik, yang diakibatkan kemacetan panjang dan berhari-hari di jalan tol khususnya di daerah Brebes Jawa Tengah.

Lantas siapa yang perlu bertanggung jawab atas carut marutnya arus mudik kali ini? Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto, dalam berlalu lintas itu ada lima pilar yang mesti ditekankan dan tidak bisa dibebankan kepada salah satu pilar saja dalam mengatasi masalah kemacetan yang terjadi.

"Yang pertama, manajemen lalu lintas, itu ada di Bappenas, penanggungjawab utamanya," kata dia melalui sambungan telepon, Rabu (6/7/2016).

Kedua, sambung Pudji, pilar insfratuktur yang ditangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kedua, pilar kendaraan yang ditangani Kementerian Perhubungan, itu masalah kendaraan. Keempat, tanggung jawab polisi kepada pilar manusia atau pemudik.

"Kalau ada kecelakaan disebabkan kelalaian pengendara itu disalahkan ke polisi. Nah, makanya untuk rekayasa lalu lintas juga itu tanggung jawabnya polisi," ujarnya.

Mantan Kakorlantas ini juga menyebutkan pilar kelima ialah Kementerian Kesehatan, yang berkaitan dengan kesehatan pengemudi.

Dengan memahami lima pilar ini, menurut Pudji,  semua pihak diminta tidak membebankan masalah kemacetan kepada Kementerian Perhubungan semata."Bila dilakukan secara proporsional, sudah ada tupoksinya. Saya pikir aman tidak macet-macet lagi," pungkasnya. (***)

wwwwww