Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Voli

Lurah di Duri Risau, Warganya yang Mudik Tidak Kembali Lagi

Lurah di Duri Risau, Warganya yang Mudik Tidak Kembali Lagi
ilustrasi
Kamis, 07 Juli 2016 15:40 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi terhadap buruh di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau sejak dua bulan lalu membuat banyak penduduk yang mengajukan surat pindah ke luar daerah, yakni Sumatera Barat.

Hal itu diakui oleh sejumlah Lurah di Kecamatan Mandau. Seperti yang dikatakan Lurah Balik Alam, Fitrianita Eka Putri saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis (7/7/2016). Selama bulan Ramadan saja banyak warganya yang sudah mudik alias pulang kampung. Namun apakah mereka akan kembali lagi atau tidak itu yang masih di ragukan sampai saat ini.

"Karena PHK ini, banyak warga kita yang mengajukan pindah. Mereka putus asa bertahan di Duri, karena sulitnya mencari pekerjaan di Duri saat ini. Sejak dari awal puasa kemarin setiap hari itu selalu ada yang mengajukan surat pindah ke Sumatera Barat (Sumbar). Rata-rata yang mudik ini mereka yang tinggalnya mengontrak dan memang rumahnya tidak penuh perabot, kalau tetangganya bilang, mungkin tidak kembali lagi," kata Fitri.

Namun Lurah yang satu ini ternyata tidak mau begitu saja memberikan surat pindah kepada warganya dengan alasan belum tentu juga ditempat yang baru nanti warganya bisa langsung bekerja, sementara biaya untuk pindah total dan membawa seluruh anggota keluarga itu tidak sedikit uangnya.

"Kalau pindah total itu kan biayanya besar, jika memang sudah pasti dapat bekerja disana, dan rasanya sudah aman untuk pegangan serta kebutuhan keluarga, baru kita keluarkan surat pindah. Tetapi kalau belum pasti dapat pekerjaan, warga itu kita suruh pikir-pikir dulu, jangan menyesal dikemudian hari," ujar Fitri lagi yang mengaku peduli dengan warganya.

Demikian juga halnya dengan catatan di Kelurahan Air Jamban. Setiap hari warga yang datang ke pelayanan rata-rata mengurus surat pindah.

"Mereka pindah seperti sudah yakin akan mendapat pekerjaan baru di Sumbar. Makanya mengajukan surat pindah itu seluruh anggota keluarganya dibawa," kata Kasi Tata Pemerintah, Kelurahan Air Jamban, Kasmari.***

Kategori:Voli
wwwwww