Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Tinjau Kondisi Karlahut, Jokowi Utus Kepala Staf Presiden ke Riau

Tinjau Kondisi Karlahut, Jokowi Utus Kepala Staf Presiden ke Riau
Rapat evaluasi operasi siaga karlahut di Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: Ratna SD)rapat
Kamis, 21 Juli 2016 12:25 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Presiden RI Joko Widodo mengutus Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Teten Masduki untuk memastikan semua sistem yang berjalan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau.

"Kami kesini sekarang untuk memastikan bagaimana proses berjalannya sistem penanganan karlahut di lapangan. Saya lihat ada kemajuan yang bagus dari satgas di daerah, Pemda dan upaya BNPB. Buktinya, Satgas dapat mengurangi hotspot hingga 60 persen dibandingkan tahun yang lalu," ungkap Teten Masduki kepada GoRiau.com, Kamis (21/7/2016) di Posko Operasi Siaga Karlahut, Lanud Roesmin Nurjadin.

Menurutnya, kinerja tim antara satgas dan pemerintah di Riau telah terjalin sangat bagus. Ia pun memaparkan dua hal yang menjadi catatan penting bagi Riau untuk kedepannya, yakni Early Warning System dan Emergency Response . Maksudnya, Early Morning System dilakukan supaya pencegahan lebih diutamakan dan Emergency Response sebagai wujud tindakan cepat engambil sebuah keputusan dalam kondisi terdesak, contohnya seperti saat 'tragedi' kabut asap mendera di Riau.

"Pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganannya, karena lahan yang luas tentunya saat terjadi kebakaran potensi munculnya titik api juga makin besar. Presiden memang memberikan perhatian khusus ke wilayah Riau, karena dari semua daerah di sini yang dianggap sangat berpotensi terjadi karlahut," tutupnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww