Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

PDIP Hanya Akan Mengakomodir Calon Guibernur DKI yang Masuk Melalui Penjaringan

PDIP Hanya Akan Mengakomodir Calon Guibernur DKI yang Masuk Melalui Penjaringan
Ilustrasi PDI-P
Jum'at, 22 Juli 2016 12:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, terkait penjaringan nama-nama bakal calon gubernur DKI yang akan diusung PDIP di Pilkada DKI 2017 mendatang, pihaknya hanya akan mengurus nama-nama yang telah mendaftar.

Hal itu diutarakannya, ketika ditanya apakah nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk dalam daftar nama-nama yang terjaring oleh DPD PDI Perjuangan.

"Untuk yang mendaftar (calon gubernur ke PDI Perjuangan). Kalau yang belum mendaftar saya enggak mau urus," kata Masinton di Gedung DPR RI Senayan, Jumat (22/7/2016).

Walaupun sejumlah hasil survey menyebut jika pemilih PDIP banyak yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk diusung di Pilkada DKI, Masinton mengaku jika partainya tak akan terpengaruh dengan hal tersebut.

Menurutnya, hasil survey semacam itu bersifat dinamis, sementara aspirasi masyarakat juga masih mungkin untuk berubah dalam waktu-waktu ke depan.

Dirinya bahkan memberikan contoh mengenai fenomena hasil survey dan fakta hasil pemilihan yang ternyata berbeda, yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Pilkada DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

"Di Jawa Tengah, Pak Ganjar surveinya rendah, incumbent tinggi. Tahun 2012 lalu, di DKI dalam survei incumbent juga tinggi, Pak Jokowi rendah," pungkasnya.

Diketahui, dalam survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 25,6 persen responden memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai partai politik yang didukungnya pada pemilu.

Dari persentase pemilih PDI-P itu, mayoritas responden mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017 mendatang. (***)

wwwwww