Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
7 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
12 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Snack Bikini, Arzeti Bilbina: Cari Konsumen Tak Harus Bersensasi, Produsen Jangan Racuni Anak-anak

Soal Snack Bikini, Arzeti Bilbina: Cari Konsumen Tak Harus Bersensasi, Produsen Jangan Racuni Anak-anak
Snack Bikini. (istimewa)
Kamis, 04 Agustus 2016 12:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beredarnya Snack Bikini (Bihun Kekinian) yang tersebar di wilayah Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah, juga mendapat tanggapan serius dari Komisi IX yang salah satunya membidangi soal perlindungan anak dan perempuan.

Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina kepada GoNews.co mengatakan, seharusnya produsen juga tidak kebablasan dalam memasarkan produknya. "Ini namanya kreatif yang kebablasan, kok tega banget sih, Snack ini kan jajanan favorit anak-anak," ujarnya, Kamis (04/08/2016) di Jakarta.

Seharusnya kata Arzeti, Produsen makanan tidak hanya mencari sensasi dalam mencari konsumen, namun juga harus memasukkan hal-hal yang positif termasuk dalam memilih brand. "Apalagi snack ini kegemaran anak-anak, jarang dikonsumsi orang dewasa, kalaupun ada tidak sebanyak anak-anak. Jika memang sudah beredar luas pihak terkait seperti Balai POM harus mengusut dan menarik dari peredaran bagaimanapun caranya," tukasnya.

Masih lanjut politisi PKB ini, dirinya juga mengingatkan agar orangtua juga terlibat langsung mengawasi anak-anaknya dalam membeli atau memilih jajanannya. "Peran orang tua sangat penting, apalagi menyangkut mental anak," ujarnya.

Sementara itu Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Dedi Yusuf mengaku masih mempelajari kasus tersebut. "Saya belum cek nih isinya. Apakah membahayakan atau tidak. Hanya saja dari bungkus nya tidak etis utuk anak anak dan publik," pungkas Dedi. (***)

wwwwww