Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Soal SP3 15 Perusahan Penyumbang Asap Riau, Usai Reses Komisi III Akan Cecar Kapolri

Soal SP3 15 Perusahan Penyumbang Asap Riau, Usai Reses Komisi III Akan Cecar Kapolri
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. (istimewa)
Jum'at, 05 Agustus 2016 13:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Usai reses nanti, Komisi III DPR berencana menanyakan langsung kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan pihak-pihak terkait tentang Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus 15 perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III Arsul Sani, di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Jumat, (05/08/2016).

Menurutnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, rencananya akan dipanggil usai reses nanti dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. "Karena ada masukan dari masyarakat bahwa itu seharusnya tidak buru-buru di-SP3," kata politisi PPP ini.

Masih kata dia, dampak karhutla di Riau bukan hanya menyiksa masyarakat Riau, tapi sudah masuk ke negara tetangga, Singapura. Sebab itulah Badan Nasional Lingkungan Hidup Singapura tengah mengejar perusahaan yang diduga terlibat pembakaran untuk diadili.

"Tentu harus kita sikapi jangan sampai otoritas hukum Singapura memiliki bukti awal yang jelas tapi malah otoritas hukum kita menyatakan tidak ada bukti yang cukup," tukasnya.

Ia pun berharap, agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian benar-benar transparan dengan keputusan SP3 yang dikeluarkan oleh lembaganya tersebut. (***)

wwwwww