Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
13 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Usut Keterlibatan Dokter dalam Kasus Peredaran Serum Palsu di Pekanbaru

Polisi Usut Keterlibatan Dokter dalam Kasus Peredaran Serum Palsu di Pekanbaru
Tersangka kasus serum palsu berinisial W saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pekanbaru
Rabu, 10 Agustus 2016 09:55 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Dugaan adanya keterlibatan dokter atau tenaga medis dalam peredaran serum anti tetanus dan serum anti bisa ular palsu tersebut, Satreskrim Polresta Pekanbaru masih akan melakukan penyidikan mendalam.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto SH SIK, mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan adanya keterlibatan dokter dalam peredaran serum palsu.

"Belum bisa kita pastikan, karena butuh penyidikan mendalam. Sementara ini, baru pengakuan dari tersangka W, jika dirinya mendapat pesanan serum dari seorang dokter," kata Bimo saat ditemui GoRiau.com di ruangannya, Selasa (9/8/2016) sore.

Sebelumnya, seorang sales apotek Yasmin berinisial W ditangkap tim opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru, Sabtu (6/8/2016) lalu karena mengedarkan serum palsu yang diperoleh dari A alias By pemilik apotek Lekong Farma.

W menjadi tersangka baru dalam kasus peredaran serum palsu, setelah tiga pengedar lainnya, S, P dan A alias By ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, ratusan ampul serum anti tetanus dan serum anti bisa ular palsu disita sebagai bartang bukti.***

wwwwww