Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebelum Tenggelam, Sri Winarti Sudah Menunjukkan Firasat, Ini Cerita Saksi Hidup Korban Kecelakaan Laut di Beting Aceh Rupat

Sebelum Tenggelam, Sri Winarti Sudah Menunjukkan Firasat, Ini Cerita Saksi Hidup Korban Kecelakaan Laut di Beting Aceh Rupat
Tedi Iswanto, korban kecelakaan laut di Beting Aceh Rupat Utara yang selemat.
Rabu, 10 Agustus 2016 13:35 WIB
Penulis: Ira Widana
RUPAT UTARA - Saksi mata yang selamat dari kecelakaan laut yang menewaskan dua orang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, Sri Winarti dan Ayut Rumpoko adalah Tedi Iswanto yang merupakan Kordinator Desa (kordes) Rombongan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Suska Angkatan XL Tahun 2016 di Desa Suka Damai, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis, Riau.

Saat dihubungi GoRiau.com melalui sambungan selulernya, Tedi tengah berada di rumah Ayut Rumpoko menunggu proses pemakaman temannya tersebut di Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, Rabu (10/8/2016) siang.

Tedi mengaku tidak punya firasat dengan kepergian temannya tersebut. Namun malam sebelum kejadian nahas itu terjadi, Senin (8/8/2016) malam, ia menelfon Sri Winarti (almarhumah) yang merupakan sekretaris Kordes rombongan KKN tersebut.

Dalam perbincangan ditelefon itu, Almarhumah mengatakan bahwa dirinya sedang mengungkap ayam dengan bumbu. Selanjutnya ia mengatakan "Entah bisa besok makanya, entah ga nih" ujar Tedi mengulangi apa yang dikatakan Almarhumah.

"Tetapi saya tidak menganyakan kenapa dia mengatakan itu. Kalimat itu saya abaikan dan menutup telefon. Saya ga ada firasat apa-apa malam itu, saat semua ini telah terjadi saya baru ingat kembali perkataan Sri malam itu. Secara tidak langsung dia sudah memberikan tanda tetapi saya tidak terlalu respon," tuturnya lagi.

Sebagai orang satu-satunya yang selamat dari peristiwa itu, Tedi tahu persis bagaimana bagaimana ombak bisa menyelamatkannya hingga terbawa ke bibir pantai. Sementara dua temannya Sri dan Ayut terbawa derasnya air dibawah permukaan laut hingga ditemukan meninggal dunia.

"Sri itu minta berenang ke tengah, sudah saya ingatkan jangan. Tetapi memaksa mau tetap ke tengah, saat dia terbawa arus, saya yang pertama kali menyusul menyelamatkannya, kemudian baru Ayut. Kami bertiga sudah sempat berpegangan tangan menuju bibir pantai, tapi arus air laut kembali deras dan memisahkan saya dengan teman-teman saya," kata Jurusan Teknik Informatika semester 7 ini. ***

Kategori:Badminton, Olympic
wwwwww