Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
8 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
3 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Umum

Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar

Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Susana di Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. (Ist)
Minggu, 01 November 2026 19:34 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA – Massa berdatangan ke kawasan Wisma KEIAI, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (1/11/2026). Di mana Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat membuka pelayanan.

Program PASPORIA yang digelar Kantor Imigrasi Jakarta Barat (KIBAR) itu sukses menarik perhatian masyarakat. Bahkan, jumlah pelayanan paspor yang diberikan melampaui 100 pemohon hanya dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa layanan keimigrasian pada akhir pekan menjadi kebutuhan nyata, terutama bagi masyarakat yang memiliki kesibukan pekerjaan dari Senin hingga Jumat.

"Di tengah aktivitas warga menikmati akhir pekan, petugas imigrasi tetap memberikan pelayanan paspor sehingga masyarakat dapat mengurus dokumen perjalanan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau mengajukan cuti," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama dalam siaran pers hari ini.

Echa, salah satu pemohon yang rela berpindah lokasi setelah sempat salah mendatangi tempat kegiatan. Awalnya, ia mengira PASPORIA Imigrasi Jakarta Barat digelar di kawasan CFD Puri.

Meski sempat salah lokasi dan tiba ketika pelayanan hampir selesai, Echa tetap mendapatkan pelayanan dari petugas.

“Awalnya saya salah datang ke lokasi. Saya melihat pengumuman PASPORIA Imigrasi Jakarta Barat dan datang ke CFD Puri. Setelah saya lihat lagi informasinya, ternyata kegiatannya di Jalan Sudirman. Akhirnya saya datang ke sini dan meskipun hampir selesai, saya tetap mendapat pelayanan yang luar biasa,” ujar Echa.

Echa mengaku sengaja memanfaatkan layanan akhir pekan karena bekerja dari pagi hingga sore. Apalagi, menjelang libur akhir tahun, ia ingin mempersiapkan dokumen perjalanan sejak jauh hari.

“Event PASPORIA ini sangat membantu bagi para pekerja yang sibuk dari Senin sampai Jumat dan hanya punya waktu luang saat akhir pekan. Pelayanannya top banget. Petugasnya ramah dan kami bisa membuat paspor pada hari Minggu tanpa harus mengajukan cuti,” katanya.

Rakha menegaskan peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat.

“PASPORIA merupakan salah satu inovasi pelayanan kami untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya para pekerja yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Tingginya antusiasme pemohon menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan paspor agar semakin cepat, ramah, dan mudah diakses," jelas Rakha.

Ia juga dapat menekankan bahwa strategi jemput bola tidak berhenti pada penyelenggaraan pelayanan di akhir pekan. Imigrasi Jakarta Barat perlu memperluas sosialisasi, memperkuat informasi digital, serta mendekatkan titik pelayanan kepada pusat aktivitas masyarakat.

“Strategi kami adalah menghadirkan pelayanan yang mengikuti kebutuhan masyarakat. Kami tidak hanya menunggu pemohon datang ke kantor, tetapi juga berupaya mendekatkan layanan melalui berbagai titik pelayanan, inovasi akhir pekan, dan penyebaran informasi secara aktif. Harapannya, masyarakat semakin mudah mengenali dan mengakses layanan keimigrasian,” ia mengungkapkan.

Upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat juga diperkuat melalui penyeragaman identitas titik pelayanan keimigrasian di luar kantor.

Imigrasi Indonesia menetapkan Beranda Imigrasi sebagai nama tunggal bagi 254 titik layanan keimigrasian di berbagai wilayah Indonesia. Penamaan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengenali lokasi dan mengakses layanan imigrasi di ruang publik.

"Sebanyak 254 titik tersebut terdiri atas 156 Mal Pelayanan Publik (MPP), 33 Unit Layanan Paspor (ULP), 20 Immigration Lounge, 16 LTSP/LTSA, 15 Unit Kerja Kantor Imigrasi, 13 Ultima I’M SeZ, dan satu Immigration Corner," Rakha menjelaskan.

Melalui identitas baru tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah menemukan lokasi pelayanan, baik melalui Google Maps maupun aplikasi M-Paspor.

Sebagai contoh, Immigration Lounge Senayan City Mall kini menggunakan nama Beranda Imigrasi Senayan City Mall.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat juga telah melakukan penyesuaian nama dan identitas visual pada tiga titik layanan pada Rabu (28/10/2026).

Ketiga titik tersebut meliputi ULP Lippo Mall Puri yang berubah menjadi Beranda Imigrasi Lippo Mall Puri, ULP Daan Mogot menjadi Beranda Imigrasi Daan Mogot, serta Immigration Lounge Mal Taman Anggrek menjadi Beranda Imigrasi Mal Taman Anggrek.

Penyeragaman ini bukan sekadar pergantian papan nama atau identitas visual. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih mudah dikenali, terintegrasi, dan dekat dengan aktivitas masyarakat.

"Tingginya jumlah pemohon dalam kegiatan PASPORIA menjadi gambaran bahwa fleksibilitas waktu dan kemudahan akses memiliki peran penting dalam pelayanan publik," tutup Rakha. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Umum, DKI Jakarta
wwwwww