Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Voli

Dapat Bankeu dari Pemprov Riau Rp119 Miliar, Pemko Dumai 'Sakit Kepala'

Dapat Bankeu dari Pemprov Riau Rp119 Miliar, Pemko Dumai Sakit Kepala
Kabag Keuangan Setdako Dumai, Harman.
Kamis, 11 Agustus 2016 16:37 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Setiap tahun Pemerintah Kota (Pemko) Dumai mendapatkan bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Riau. Tahun sebelumnya Pemko Dumai mendapatkan bankeu sebesar Rp42 miliar. Tahun ini meningkat Rp77 miliar. Ternyata bankeu yang diberikan Pemprov Riau membuat Pemko Dumai sakit kepala.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Keuangan Setdako Dumai, Harman kepada GoRiau.com, Kamis siang (11/8/2016) di ruang kerjanya. Sakit kepala yang dialami Pemko Dumai, karena dalam bankeu tersebut tidak ada konsultan pengawas dan konsultan perencana untuk kegiatan fisik.

"Tahun ini total bankeu dari Pemprov Riau, sebesar Rp119 miliar. Bankeu ini dibagi dua, yaitu non fisik dan fisik," bebernya. Non fisik sebesar 8,5 persen untuk honor guru bantu di Kota Dumai, sebesar Rp10 miliar. Namun, guru bantu mana sekolah negeri atau madrasah, dirinya tidak bisa memastikan.

Pemko Dumai pernah menyurati Pemprov Riau, terkait anggaran yang diambil dari bankeu untuk konsultan perencana dan konsultan pengawas. Namun, penggunaan anggaran yang diperboleh dari bankeu, hanya konsultan pengawas.

"Tentu untuk anggaran konsultan perencana, harus kita (Pemko Dumai, red) anggarkan di APBD Kota Dumai. Anggaran konsultan perencana, baru bisa muncul untuk menggunakan bankeu pada APBD-P. Sementara, APBD-P sendiri disahkan mendekati akhir tahun," terangnya.

Kendala seperti itulah yang terjadi, sehingga serapan bankeu dari Pemprov Riau, tidak bisa terlaksana secara penuh. "Kalau bankeu diberikan secara penuh ada konsultan perencana dan pengawas, bisa ditindaklanjuti dengan cepat di Kota Dumai," tutupnya menjelaskan.***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Voli
wwwwww