Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Beladiri
Tindak Lanjut Gugatan Yayasan Riau Madani

PN Rengat Tinjau Kebun Sawit Milik Wakil Bupati Kuansing Seluas 180 Ha yang Diduga Berada di Kawasan HLBB

PN Rengat Tinjau Kebun Sawit Milik Wakil Bupati Kuansing Seluas 180 Ha yang Diduga Berada di Kawasan HLBB
Jum'at, 12 Agustus 2016 20:35 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Pengadilan Negeri (PN) Rengat bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kuantan Singingi (Kuansing) dan Pemerintahan Desa Cengar, Jumat (12/8/2016) siang, turun ke lapangan meninjau kebun kelapa sawit milik H. Halim yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Kuansing.

Kebun dengan luas 180 hektare tersebut diduga berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh (HLBB). Peninjauan yang dilakukan PN Rengat merupakan tindak lanjut dari gugatan perdata yang dilayangkan Yayasan Riau Madani terhadap pribadi Halim alias Aliang.

''Kita sudah turun bersama BPN Kuansing. Memang jarak antara kebun milik Halim berdampingan dengan HLBB. Kita belum bisa memastikan, apakah ini masuk kawasan HLBB atau bukan. Yang jelas, BPN Kuansing tidak pernah mengeluarkan sertifikat untuk kebun ini," ujar Wiwin Sulistia‎, SH selaku Humas PN Rengat di Telukkuantan.

Untuk memastikan kebun kelapa sawit berada di kawasan HLBB atau bukan, lanjut Wiwin, pihaknya akan merangkul Dinas Kehutanan untuk melihat titik koordinat menggunakan GPS.

Sementara itu, Nopen selaku Kepala Desa Cengar, Kuantan Mudik menyatakan, lahan yang dijadikan Halim sebagai kebun kelapa sawit dulunya adalah kebun karet tua. Halim membeli kepada masyarakat dengan harga berkisar antara Rp20 juta sampai Rp30 per hektare.***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Beladiri
wwwwww