Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  PON

BMKG: Karhutla Masih Terpantau di Tabagsel

BMKG: Karhutla Masih Terpantau di Tabagsel
Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Tabagsel di Desa Purba Tua, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Paluta, Jumat (11/8/2016) kemarin. (Istimewa)
Sabtu, 13 Agustus 2016 21:56 WIB
Penulis: Reza
PADANGSIDIMPUAN -Hasil pantauan satelit BMKG, lebih dari dua pekan di beberapa tempat di wilayah Tabagsel, terpantau ada titik api (Hotspot) yang menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).  Bahkan, hingga, Sabtu (13/8/2016) sore, ada tiga titik api yang terpantau di Kecamatan Huristak Kabupaten Padanglawas (Palas).

"Sudah lebih dari dua minggu ini, banyak titik api yang terpantau satelit kita (BMKG), berasal dari sejumlah lokasi di wilayah Tabagsel seperti di Padanglawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. Bahkan update terakhir, Sabtu (13/8/2016) pada pukul 17.00 WIB, masih ada tiga titik api yang terlihat berada di Huristak, Kabupaten Padanglawas," papar Kepala Bidang Pelayanan dan Data BMKG Wilayah I Medan Sunardi, saat dikonfirmasi Sabtu (13/8/2016).

Lebih lanjut Sudardi memastikan kondisi tersebut masuk kategori darurat. Namun ia tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sesekali membakar lahan atau hutan.

"Kebiasaannya untuk memperluas lahan atau membuka hutan masyarakat ingin cara yang instan. Yaitu dengan melakukan pembakaran, dan tetap kita himbau serta tegaskan jangan melakukan hal demikian, disamping merusak lingkungan juga mengganggu kesehatan," tegasnya dan juga bagi yang sengaja melakukannya bisa ditindak pidana.

Bahkan dari informasi yang didapat, Sabtu (13/8/2016), seluas satu Ha lahan terbakar di Desa Pasar Simundol, Kecamatan Dolok Sigumpulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan sudah berhasil dipadamkan pihak TNI dari Koramil 06/Dolok bersama masyarakat setempat.

Editor:Arif
Kategori:Olympic, PON
wwwwww