Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
4
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
5
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
6
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan DKI 1

Pengamat: Ahok Harus Sadar Diri Soal Cawagub, Dukungan Tiga Parpol Bisa Jadi Bumerang

Pengamat: Ahok Harus Sadar Diri Soal Cawagub, Dukungan Tiga Parpol Bisa Jadi Bumerang
Calon Gubernur Petahan DKI, Basuki Tjahaja Purnama. (istimewa)
Sabtu, 13 Agustus 2016 15:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengamat Politik Hendri Satrio mengingatkan agar, Gubernur Jakarta, Basuki Purnama (Ahok) tidak berbangga hati dengan dukungan ketiga parpol saat ini.

Menurut Hendri, Ahok jutru harus menyadari bahwa dirinya sangat rentan batal maju kembali ke arena Pilkada DKI Jakarta. Alasan mendasar jika satu saja partai pendukungnya, baik Golkar, Hanura atau Nasdem, tidak bersepakat soal siapa pengisi pos Calon Wakil Gubernur lalu mengundurkan diri dari rencana mengusungnya, maka Ahok dipastikan batal maju pilkada DKI.

"Ahok harus menyadari dia tidak dalam kondisi ideal untuk petantang-petenteng. Kalau ada satu partai tidak setuju Wagub maka dia mundur maka Ahok tidak bisa maju," jelasnya dalam diskusi "Tensi Tinggi Pilkada Jakarta", di Cikini, Jakarta, Sabtu (13/8/2016)

Dia yakin, saat ini Ahok butuh tambahan dukungan partai. Masalahnya, sejauh ini parpol di luar Nasdem, Hanura dan Golkar, sudah tahu betul track record Ahok yang kurang baik dalam berpolitik. Ahok sekian kali lompat partai demi kepentingan karir politik.

Sebetulnya, lanjut dia, parpol yang paling dibutuhkan Ahok saat ini adalah PDI Perjuangan. Tetapi, PDIP meminta syarat, yaitu Ahok harus menjadi anggota partainya. Inilah yang membuat keduanya tidak bisa bertemu.

"Ahok juga tidak bisa menyalahkan PDIP. Karena targetnya sudah barang tentu ingin menang 100 persen. Cagub cawagubnya dari kader dia, sementara Ahok bukan kader PDIP. Seandainya Ahok masuk PDIP, akan sangat menyenangkan," jelasnya.

Hendri juga menyarankan, PDIP tidak perlu takut-takut mencalonkan kader internal. Masih ada banyak nama yang cukup bagus untuk dimajukan ke Jakarta meskipun kader tersebut saat ini masih memimpin di daerah lain.

"Dulu ketika Jokowi di (walikota) Solo, semua orang minta dia ke Jakarta (Pilkada Jakarta 2012), PDIP partai yang memiliki pengkaderan paling bagus sejak Orde Baru. Apapun caranya, apakah mesti booming dulu di Solo atau Surabaya, dia enggak perlu takut karena ada calon lain yang kuat," pungkas dia. (***)

wwwwww