Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
19 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
19 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
19 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Di Malang, Aceh Dikenal Tempat Transit Narkoba Luar Negeri

Di Malang, Aceh Dikenal Tempat Transit Narkoba Luar Negeri
Ilustrasi
Sabtu, 20 Agustus 2016 20:16 WIB
MALANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang mewaspadai pengiriman narkoba dari Aceh yang masuk ke Kota Malang. Petugas mewaspadainya karena Aceh juga dikenal sebagai tempat persinggahan narkoba dari Malaysia dan Taiwan.

Apalagi jajaran Polres Malang Kota beberapa waktu lalu mengungkap peredaran ganja dari Aceh. Setidaknya ada dua kali berturut-turut polisi menangkap jaringan pengedar ganja di Kota Malang, yang semua barangnya dikirim dari Aceh. Pengiriman salah satunya memakai jasa pengiriman barang.

Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Malang Rudianto mengatakan, Kota Malang dilirik oleh jaringan pengedar narkoba karena beberapa faktor. Petugas BNN juga mengawasi keberadaan warga negara asing di Kota Malang, untuk mengantisipasi adanya peredaran narkoba di kalangan WNA.

"Beberapa laporan pengiriman barang dari Aceh, sehingga hal ini harus diwaspadai, mengingat Aceh juga seringkali dijadikan tempat drop barang dari Malaysia dan Taiwan," ujar Rudi.
Pengawasan itu, lanjutnya, melibatkan sejumlah instansi salah satunya kepolisian.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Malang Kota AKP Imam Mustaji menambahkan peredaran narkoba di Kota Malang masih memakai cara lama. Berdasarkan penelusuran polisi selama enam bulan terakhir, pengedar tetap memakai cara lama yakni 'sistem ranjau'.

"Masih tetap sistem ranjau. Antar kurir atau pengedar tidak saling kenal, atau barang ditempatkan di sebuah tempat kemudian ada yang mengambil. Transaksi dilakukan memakai ponsel, dan pembayaran ditransfer," kata Imam.

Beberapa jaringan peredaran narkoba di Kota Malang melibatkan jaringan luar kota, seperti dalam peredaran ganja. Beberapa pengedar memesan barang di Aceh, atau mendapatkan barang dari seseorang di Aceh. Pembayaran ditransfer sebagian, dan akan dilunasi jika barang sudah tiba.

Ganja dari Aceh dikirimkan memakai jasa pengiriman barang yang berbeda di setiap pengiriman. Berdasarkan data dari Polres Malang Kota, mulai Januari - Juli 2016 terdapat 158 kasus peredaran narkotika yang diungkap. Narkotika yang disita antara lain sabu-sabu, ganja, dan pil koplo.

"Meski caranya masih memakai cara lama, kami tetap memelototinya, kami tidak boleh lengah," tegas Imam.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:suryamalang.tribunnews.com
Kategori:Beladiri, Badminton, Aceh
wwwwww