Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

LPSK Dalami Tragedi Jambo Keupok Saat DOM di Aceh Selatan

LPSK Dalami Tragedi Jambo Keupok Saat DOM di Aceh Selatan
Sejarah pembuatan Anoa tidak terlepas pada kebutuhan TNI saat operasi militer di Aceh, 2003. Pindad merespon kebutuhan tersebut dengan membuat kendaraan angkut personel ringan APR-1V yang berbasis truk. [Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images]
Sabtu, 20 Agustus 2016 12:12 WIB
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengumpulkan informasi lewat pemeriksaan awal (assesment) medis terhadap 12 orang korban pelanggaran HAM Berat di Desa Jambo Keupok, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Mereka adalah korban pascapemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) periode 1989-1998 di Aceh.

"Assesment ini menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM yang sebelumnya melakukan penelitian melalui Tim Ad Hoc, dengan kesimpulan bahwa memang ada pelanggaran HAM Berat pada peristiwa Jambo Keupok 2003", ujar Wakil Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, dalam siaran pers, Jumat 19 Agustus 2016. Hasto ikut memimpin langsung tim ke Aceh Selatan.

Assesment medis, kata dia, dilakukan guna menemukan kebutuhan medis seperti apa yang diperlukan oleh para korban. Hasil pemeriksaan medis tersebut akan digunakan sebagai rujukan LPSK dalam memberikan bantuan medis kepada korban. 

Selain mengajukan permohonan bantuan medis, Hasto mengatakan para korban juga mengharapkan adanya kompensasi yang diberikan terhadap para korban sebagai ganti rugi atas penyiksaan yang mereka alami. Ada juga yang kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut. 

Namun kompensasi itu sulit diwujudkan. Hasto mengatakan saat ini LPSK belum bisa menindaklanjuti permohonan hal itu. Belum adanya pengadilan HAM yang menyidangkan perkara hingga saat ini, menjadi kendalanya. "Kompensasi dapat diberikan kepada korban atas dasar putusan pengadilan," kata Hasto.

Perisitiwa Jambo Keupok merupakan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 17 Mei 2003 setelah DOM, sebelum Darurat Militer. Hasto mengatakan Peristiwa ini merupakan bagian dari tindakan aparat TNI yang mencari anggota GAM di Jambo Keupok, Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan. 

Operasi itu menyebabkan 16 orang tewas karena tertembak dan terbakar. Ada juga terjadi penyiksaan terhadap 21 orang. Kesimpulan Komnas HAM menyebutkan terdapat bukti permulaan yang bisa menjadi dasar penetapan peristiwa tersebut sebagai Pelanggaran HAM yang berat.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:tempo.co
Kategori:Beladiri, Badminton, Aceh
wwwwww