Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
9 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Badminton

Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Pekanbaru Ini 'Buka-bukaan' Soal Kesuksesannya, Kenali dan Jangan Sampai Jadi Korban Berikutnya

Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Pekanbaru Ini Buka-bukaan Soal Kesuksesannya, Kenali dan Jangan Sampai Jadi Korban Berikutnya
CA alias Oyong Mami saat diamankan di Mapolresta Pekanbaru
Senin, 22 Agustus 2016 13:15 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - CA alias OyongMami (46) pelaku spesialis pencurian modus gembos ban dan pecah kaca yang ditangkap Senin (15/8/2016) lalu ternyata sudah belasan kali melakukan aksinya di Kota Pekanbaru, Riau bersama komplotannya.

Oyong yang diwawancarai GoRiau.com saat ekspos di Mapolresta Pekanbaru, Senin (22/8/2016) mengungkapkan bagaimana Ia dan rekannya berhasil melakukan aksi pencurian sebanyak 18 kali.

"Kalau gembos ban, kami biasa pakai paku khusus yang dibuat dari tangkai payung. Caranya, dengan menempelkan paku ke sendal, kemudian ditaruh dibawah ban mobil korban agar dilindas," ungkap Oyong.

"Kadang sering gagal juga, karena kalau pakunya tidak pas, ban mobil korban tidak kempis. Biasa pasang paku waktu korban berhenti di lampu merah atau sedang jalan lambat," bebernya.

Dalam aksi pecah kaca, lebih lanjut Oyong menuturkan, Ia tidak menggunakan pecahan busi seperti yang biasa digunakan para pelaku pencurian. Namun, menggunakan kunci T.

"Saya pakai kunci T, dimasukkan kesela-sela karet kaca, kemudian diputar sampai kaca jendela pecah. Paling besar, saya pernah dapat Rp127 juta, main berdua dengan rekannya, hasilnya bagi dua," tutur anggota sindikat pencurian kelompok Palembang tersebut.

Selain memaparkan aksinya, residivis kasus pencurian ini juga menjelaskan bagaimana ciri-ciri para pelaku pencurian dengan modus gembos ban. Diantaranya, para pelaku selalu menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi seri daerah.

"Pelaku biasa mengenakan tas ransel dan memakai sendal dengan kaus kaki. Setelah targetnya didapat, para pelaku akan membuntuti korban, bahkan jika korban berjalan pelan, pelaku akan pura-pura berhenti," tukasnya.***

wwwwww