Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Apes, Wartawan Tv Swasta Ini Kehilangan Pekerjaan dan Tertipu Beasiswa Bodong Ke Turki Senilai Rp31 Juta

Apes, Wartawan Tv Swasta Ini Kehilangan Pekerjaan dan Tertipu Beasiswa Bodong Ke Turki Senilai Rp31 Juta
Merasa ditipu, wartawan tv Swasta melapor ke Polisi. (GoNews)
Sabtu, 27 Agustus 2016 14:39 WIB
Penulis: Ordoriko
JAKARTA - Nasib nahas menimpa Yarnes Emanuel Foni (27). Ia harus kehilangan pekerjaan sebagai wartawan di salah satu Televisi Swasta dan kerugian meteri berupa uang Rp 31 juta lantaran tertipu beasiswa S2 bodong yang digadang-gadang ke Istambul, Turki.

Lantaran merasa dirugikan, pria yang akrab disapa Yarnes ini melaporkan kejadian yang menimpanya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Bekasi Kota dengan LP/1791/K/VIII/2016/SPKT/Restra Bekasi Kota, 27 Agustus 2016.

"Saya sudah laporkan kasus ini ke Mapolres Bekasi Kota karena saya sangat dirugikan dengan beasiswa Bodong yang mengatasnamakan pemerintah Turki ini," ujar Yarnes kepada wartawan pada Sabtu (27/8/2016).

Yarnes menuturkan, awalnya pelaku menjanjikan beasiswa S2 Manajemen Internasional di Universitas Marmara Istanbul Turki.

"Sebagai persyaratan untuk melengkapi administrasi, saya harus memberikan sejumlah uang kepasa pelaku dengan ditransfer melalui rekening No. 1180007947483 atas nama Umar Wirahadi Kusuma," jelasnya.

Namun kata Yarnes, dirinya tidak mendapat beasiswa tersebut dan uangnya telah ditransfer sebanyak Rp 31 juta. Bahkan kata Yarnes dirinya telah mengecek Beasiswa tersebut ke kedutaan Turki dan ternyata benar beasiswa palsu.

"Saya transfer uang tersebut pertama Rp 17 juta, kedua Rp 10 juta dan Rp 2,9 juta," pungkasnya.

Dengan demikian, Yarnes berharap pihak kepolisian dengan segera mengungkap kasus ini supaya tidak memakan korban yang lainya. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww