Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
10 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
16 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
6 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

Penonton Pacu Jalur Tak Seramai Tahun Lalu

Penonton Pacu Jalur Tak Seramai Tahun Lalu
Sabtu, 27 Agustus 2016 03:16 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Biasanya, pacu jalur selalu memiliki magnet tersendiri dalam menyedot wisatawan, baik lokal, domestik dan mancanegara. Saking ramainya pengunjung, untuk berjalan kaki saja di arena pacu Tepian Narosa Telukkuantan sangat sulit.

Kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan pelaksanaan iven pacu jalur tahun 2016. Kendati peserta mencapai 198 jalur, namun penonton tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

"Dulu, untuk jalan saja kita sangat susah. Apalagi kalau menonton di tangga batu, itu sulit mendapatkan tempat jika kita datang lewat dari jam 12.00 Wib," ujar Yesi, salah seorang warga Kuansing usai menyaksikan pacu jalur di hari kedua, Jumat (26/8/2016) sore.

Penilaian yang sama juga diberikan oleh Ajo, seorang pedagang yang datang dari Sumatera Barat.

"Jualan sepi, Bang. Tak seperti tahun sebelumnya. Pengunjung lebih sedikit," ujar Ajo. Ia mengaku khawatir dengan dagangannya, sebab belum balik modal. "Sementara, sewa lapak cukup mahal."

"Tidak hanya itu, selain sewa lapak, banyak petugas yang ngaku ini itulah," keluh Ajo.

Umar, warga Kuansing lainnya juga mengakui menurunnya pengunjung pacu jalur. Ia berpendapat, berkurangnya pengunjung dikarenakan faktor ekonomi. Apalagi, harga karet dan sawit tidak kunjung naik.

"Jadi, bukan pacu jalurnya yang tak menarik. Tapi, dikarenakan faktor ekonomi," ujar Umar.

Ia menilai, usaha pemerintah sudah cukup untuk mengenalkan pacu jalur ke masyarakat luar. Bahkan, Pemprov Riau sudah launching Riau menyapa dunia.

"Ya, kita akui mungkin untuk saat ini promosi pariwisata yang dilakukan Pemprov Riau belum berhasil. Tapi, ini suatu usaha mereka dan kita harus menghargainya," pungkas Umar.***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww