Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
22 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
20 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Beladiri

Bertambah, 23 Polisi Meranti Dibawa ke Polda Jalani Pemeriksaan Soal Kematian Adi dan Bentrokan Berdarah

Bertambah, 23 Polisi Meranti Dibawa ke Polda Jalani Pemeriksaan Soal Kematian Adi dan Bentrokan Berdarah
Ilustrasi (internet)
Senin, 29 Agustus 2016 13:18 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Setelah memeriksa 15 orang polisi asal Kepulauan Meranti, Riau dan menetapkan tiga aparat sebagai tersangka atas kematian Apriadi Pratama, Polda Riau kembali membawa 23 polisi lainnya.

23 orang polisi itu dibawa ke Pekanbaru untuk diperiksa intensif di Bidang Propam Polda Riau. Informasi yang dirangkum GoRiau.com (GoNews Group), mereka dibawa ke Polda, Minggu (28/8/2016) siang kemarin.

"Ada tambahan (polisi) kita bawa dari Meranti untuk diperiksa dan dimintai keterangannya oleh Propam Polda Riau," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, di ruangannya, Senin (29/8/2016) siang.

"Status mereka terperiksa. Mereka ini trip kedua setelah 15 orang sebelumnya yang juga dibawa ke Mapolda. Untuk yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka baru tiga orang," lanjut dia.

Saat ditanya status Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti terkait kematian Adi, Guntur meyakinkan kalau sampai saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Kalau dia (Kasat Reskrim, red) belum tersangka," tukasnya.

Sebelumnya, tiga polisi asal Meranti resmi jadi tersangka terkait kematian Apriadi Pratama. Ia menikam Brigadir Adil hingga tewas bersimbah darah. Apriadi diberi dua tembakan di kaki, namun akhirnya meninggal dunia. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww