Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
6 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
5 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
9 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Bentrokan di Meranti, Kapolri: 430 Ribu Orang Polisi Tak Mungkin Dikorbankan Demi Oknum

Soal Bentrokan di Meranti, Kapolri: 430 Ribu Orang Polisi Tak Mungkin Dikorbankan Demi Oknum
Jenderal Tito Karnavian, saat meninjau Kebakaran Lahan dan Hutan di Rimbo Panjang, Senin (29/8/2016) sore (Foto: Chairul Hadi)
Selasa, 30 Agustus 2016 08:47 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menyesalkan pecahnya bentrokan antara warga dan polisi di Mapolres Kepulauan Meranti, Riau beberapa waktu lalu, hingga memakan korban warga sipil.

Sebab itu, Tito langsung mengintruksikan Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto untuk mengambil langkah tegas dan menindak oknum polisi yang diduga melakukan kekerasan berlebihan, hingga pelaku penikaman, Apriadi Pratama meninggal dunia.

"Kita tidak mentolelir itu. 430 ribu orang polisi tak mungkin dikorbankan demi oknum yang salah. Jangan sampai citra kita tercoreng. Ini saya sesalkan, di mana sebetulnya cuma karena masalah oknum dengan perempuan," ucapnya.

Sebab itu, pasca bentrokan, Jenderal Tito Karnavian meminta Brigjen Supriyanto untuk memproses polisi-polisi yang diduga melanggar prosedur. "Kapolresnya sudah kita ganti, kita selanjutnya evaluasi, bagaimana agar polisi dekat dengan masyarakat," kata dia.

Tidak cuma itu, ia juga menginginkan agar anggota yang terlibat agar segera ditindak, bukan hanya sanksi internal saja, namun juga hukum pidana. "Proses ini, untuk pembelajaran bagi yang lain. Saya akan pantau terus," lanjut Tito, di Pekanbaru, Riau. ***

Kategori:Badminton, Olympic
wwwwww