Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Dibombardir 6 Helikopter Bom Air dan 1 Pesawat Modifikasi Cuaca, Riau Nihil Titik Panas

Dibombardir 6 Helikopter Bom Air dan 1 Pesawat Modifikasi Cuaca, Riau Nihil Titik Panas
Kondisi lahan bekas terbakar di Riau tampak masih mengeluarkan asap
Rabu, 31 Agustus 2016 16:47 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Titik panas atau hotspot di Provinsi Riau, Rabu (31/8/2016) sore terpantau nihil. Meski demikian, Satgas gabungan tetap melakukan pendinginan, di mana enam helikopter juga dikerahkan 'membombardir' dengan bom air dibekas lahan yang terbakar itu.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Riau pada Rabu sore melaporkan, tidak ada terpantau titik panas di Riau. Ini juga disebabkan faktor meningkatnya intensitas curah hujan yang mengguyur sebagian Riau dalam dua hari belakangan.

Hujan ini dilaporkan mengguyur Kota Pekanbaru, Rengat, Dumai, Pelalawan hingga ke Kabupaten Kampar. Jarak pandang (visibility) sampai sore ini juga dilaporkan normal, dengan angka 7 hingga 10 kilometer. "Nihil titik panas," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Sementara itu, posko mengklaim tetap melakukan pendinginan pasca padamnya api di lokasi kebakaran lahan. Tercatat sampai sekarang ada tiga helikopter jenis MI-8, satu heli MI-171 dan satu helikopter Sikorsky dikerahkan 'membombardir' bekas lahan yang masih memunculkan asap.

Selain itu, ada dua pesawat Air Tractor untuk patroli dan bom air ikut membantu pemadaman via udara, ditambah satu pesawat Cassa untuk proses penyemaian garam yang dioperasionalkan oleh BPPT, dengan tujuan membuat hujan buatan di awan yang berpotensi mengandung uap air.

"Kita semai 800 kilogram garam di daerah Kabupaten Siak, Kampar dan di atas Kota Kuantan Singingi. Dengan ketinggian 9.500 feet," kata Komandan Lanud TNI-AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma Henri Alfiandi, Rabu sore.

Menurut observasi, lanjut dia, terpantau beberapa sel awan Cumulus dengan ketinggian puncak awan mulai 11 hingga 14 ribu feet, persisnya di sekitar Riau Bagian Timur, Tenggara dan Selatan.

"Sampai kini, bahan semai (garam) sudah kita tabur hingga 41,240 ton. Di gudang masih ada sisa sekitar 33,880 ton. Kita juga dapat pasokan garam lagi hari ini 25 ton," singkat Marsma Henri Alfiandi. ***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww