Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Beladiri

4 Orang Dicambuk di Takengon, 2 di Antaranya Warga Lhokseumawe

4 Orang Dicambuk di Takengon, 2 di Antaranya Warga Lhokseumawe
Eksekusi cambuk di Takengon, Kamis (1/9/2016).
Kamis, 01 September 2016 14:20 WIB
Penulis: Syamsul Bahri

TAKENGON - Mesum menjelang hari meugang yang lalu, empat orang dicambuk di depan Gedung Olah Seni Takengon, Aceh Tengah, Kamis, (01/9/2016). Dua di antaranya merupakan warga kota Lhokweumawe.

Berdasarkan keterangan Kepala Badan Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tengah, Syahrial, keempat pelanggar syariat ini tertangkap pada saat satu hari sebelum hari meugang (hari motong sapi atau kerbau) Idul Fitri kemarin.

"Keempatnya kita tangkap di Hotel Renggali pinggiran Danau Laut Tawar, Kampung One-one, Kecamatan Lut Tawar, Takengon," kata Syahrial.

Adapun nama-nama mereka yang dicambuk adalah, Syaifan Safwan, warga Muara Dua, Kota Lhokseumawe bersama pasangannya Nuri Rahayu dengan alamat yang sama. Satu pasangan lainnya, yang ditangkap pada saat hampir bersamaan adalah, Mulia Utama, Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, dengan pasangannya Ena Mardiana warga Silih Nara, Aceh Tengah.

Berdasarkan amar putusan yang dibacakan pihak Kejaksaan Negeri Takengon pada saat acara eksekusi cambuk diselenggarakan, masing-masing pelaku dicambuk sebanyak 10 kali. Tapi karena sudah ditahan selama 3 bulan maka dikurangi 3 cambuk, sehingga masing-masing mendapat 7 kali cambuk.

Editor:TAM
Kategori:Beladiri
wwwwww