Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

LIRA: Pengurangan TPS akan Timbulkan Polemik

LIRA: Pengurangan TPS akan Timbulkan Polemik
Ilustrasi
Kamis, 01 September 2016 23:33 WIB
Penulis: Jufri P

KUTACANE - LIRA Aceh Tenggara menilai ketentuan jumlah maksimal 800 pemilih untuk satu tempat pemungutan suara (TPS) berdampak pada pengurangan jumlah TPS di sejumlah gampong. Hal itu diprediski akan menimbulkan masalah dan polemik di lapangan pada hari pemungutan suara.

“Jika jumlah TPS dikurangi, banyak pemilih yang tak dapat menggunakan hak pilihnya. Sebab dengan rentang waktu hanya 6 jam yang diberikan pada pemilih untuk memberikan hak suaranya di satu TPS, sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, dapat dipastikan tidak memadai bagi pemilih yang jumlahnya di atas 400 - 800 orang per TPS,” kata Bupati LIRA Agara, M Saleh Selian kepada GoAceh, Kamis(1/9/2016) malam.

Karena, kata M Saleh, diperkirakan 1 pemilih membutuhkan waktu 1-2 menit dalam memberikan hak pilih untuk satu surat suara. Untuk dua surat suara, bupati dan gubernur, waktu yang dibutuhkan sekitar 4-5 menit.

Namun demikian, katanya, di dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2015 disebutkan angka 800 pemilih adalah batas maksimal.  Jadi seharusnya jumlah itu dapat dikurangi dengan alasan untuk menghindari rendahnya antusias pemilih untuk mencoblos.

“LIRA menyarankan agar KIP Agara dapat mengikuti jumlah TPS seperti saat Pilkada 2012 atau Pemilu legislatif 2014. Diharapkan jumlah TPS yang ada selama ini jangan dikurangi lagi untuk mencegah timbulnya masalah saat pencoblosan pada 15 Februari 2017 mendatang,” sebut Bupati LIRA Agara, M Saleh Selian.

Editor:TAM
Kategori:Badminton, Metropolitan
wwwwww